Rabu, 15 Desember 2010

BULU DADA CENDRAWASIH DAPAT BERUBAH WARNA SAAT BIRAHI



Ada fakta baru yang menunjukkan bahwa bulu dada burung cenderawasih jantan bisa berubah warna. Spesies burung yang mampu melakukannya adalah Parotia lawesii, salah satu jenis yang berhabitat di Papua Niugini. Fakta tersebut terungkap dalam hasil penelitian Daniel Osorio, professor ilmu saraf dari Universitas Sussex, bersama rekannya yang dipublikasikan dalam jurnal Proceeding of the Royal Society B.
Perubahan warna yang terjadi bukanlah perubahan yang sebenarnya, melainkan hanya tipuan mata. Dari depan, warna bulu dada akan tampak kuning oranye. Sementara, dari samping, warna burung akan tampak hijau-biru. Pengamatan mikroskop cahaya dan elektron mengungkap bahwa perubahan warna bulu dada burung jantan tersebut terjadi berkat bentuk struktur mikro disebut barbules, bisa dikatakan sebagai cabang terkecil dari struktur bulu.
Ilmuwan mengatakan, struktur barbules tidak silindris seperti cabang terkecil pohon, tetapi berbentuk seperti bumerang. Artinya, struktur itu bisa berfungsi seperti tiga buah cermin di ruang pas toko baju. "Cermin" bagian tengah memantulkan cahaya berwarna kuning oranye. Sementara "cermin" di sisi lain akan memantulkan cahaya hijau-biru. Hal itu memungkinkan terjadinya perubahan warna dalam waktu cepat.
Bulu dada yang seolah bisa berubah warna itu diperkirakan para ilmuwan berkembang secara evolusioner untuk membantu burung jantan menarik pasangan saat masa birahi. Meski begitu, belum diketahui bagaimana si betina menangkap keindahan itu. "Fakta bahwa sayap seakan direkayasa untuk mendukung perubahan dalam sudut tertentu antara bulu dan yang melihat lebih besar untuk memberikan perubahan warna menunjukkan perubahan warna ini memang penting," kata Osorio.
Sebelumnya, burung jantan jenis tersebut telah dikenal sebagai burung yang punya perilaku unik dalam menarik lawan jenis. Sebelum kawin, burung membersihkan daerah tertentu dari rumput dan tanaman pengganggu dengan paruhnya. Setelah itu ia mulai berdansa dan mengeluarkan suara. Saat melakukannya tubuh burung ini tampak seakan berdiri tegak. Bagian sayapnya mengembang dan melebar sehingga membuatnya kelihatan seperti gadis cilik yang mengenakan rok.



MENGENAL BURUNG CENDARAWASIH
Burung-burung cendrawasih merupakan anggota famili Paradisaeidae dari ordo Passeriformes. Mereka ditemukan di Indonesia timur, pulau-pulau selat Torres, Papua Nugini, dan Australia timur. Burung anggota keluarga ini dikenal karena bulu burung jantan pada banyak jenisnya, terutama bulu yang sangat memanjang dan rumit yang tumbuh dari paruh, sayap atau kepalanya. Ukuran burung cendrawasih mulai dari Cendrawasih Raja pada 50 gram dan 15 cm hingga Cendrawasih Paruh-sabit Hitam pada 110 cm dan Cendrawasih Manukod Jambul-bergulung pada 430 gram.
Burung cendrawasih yang paling terkenal adalah anggota genus Paradisaea, termasuk spesies tipenya, cendrawasih kuning besar, Paradisaea apoda. Jenis ini dideskripsikan dari spesimen yang dibawa ke Eropa dari ekpedisi dagang. Spesimen ini disiapkan oleh pedagang pribumi dengan membuang sayap dan kakinya agar dapat dijadikan hiasan. Hal ini tidak diketahui oleh para penjelajah dan menimbulkan kepercayaan bahwa burung ini tidak pernah mendarat namun tetap berada di udara karena bulu-bulunya. Inilah asal mula nama bird of paradise ('burung surga' oleh orang Inggris) dan nama jenis apoda - yang berarti 'tak berkaki'.
Banyak jenis mempunyai ritual kawin yang rumit, dengan sistem kawin jenis-jenis Paradisaea adalah burung-burung jantan berkumpul untuk bersaing memperlihatkan keelokannya pada burung betina agar dapat kawin. Sementara jenis lain seperti jenis-jenis Cicinnurus dan Parotia memiliki tari perkawinan yang beraturan. Burung jantan pada jenis yang dimorfik seksual bersifat poligami. Banyak burung hibrida yang dideskripsikan sebagai jenis baru, dan beberapa spesies diragukan kevalidannya.
Jumlah telurnya agak kurang pasti. Pada jenis besar, mungkin hampir selalu satu telur. Jenis kecil dapat menghasilkan sebanyak 2-3 telur (Mackay 1990).




CHEST FEATHERS ARE SUBJECT TO CHANGE COLOR WHEN PARADISE LUST
There are new facts which show that the chest feathers of male birds of paradise can change color. Bird species that are able to do is Parotia lawesii, one of a kind berhabitat in Papua New Guinea. The fact was revealed in the research of Daniel Osorio, professor of neuroscience at the University of Sussex, and colleagues, published in the journal Proceedings of the Royal Society B.
Color change that occurred was not the actual changes, but only a trick of the eye. From the front, chest hair color will appear yellow, orange. Meanwhile, from the side, the color of the birds would look green-blue. Light and electron microscope observation revealed that chest hair color change occurs due to male birds form micro structure called barbules, can be regarded as the smallest branch of the structure of feathers.
Scientists said the structure of the barbules is not cylindrical like the smallest branch of a tree, but shaped like a boomerang. This means that the structure can function as three mirrors in clothes shop fitting room. "Mirror" the center of the reflected light is yellow orange. While the "mirror" on the other side will reflect light blue-green. This allows the color change in quick time.
Chest hair that can change color as it is expected to grow by evolutionary scientists to help the male birds attract a mate during estrus period. Even so, not yet known how the female captures the beauty of it. "The fact that the wings seemed to be engineered to support certain changes in the angle between the feather and the larger view to give showed color change this color change is important," said Osorio.
Previously, a male bird species have been known as a bird that has a unique behavior in attracting the opposite sex. Before mating, the birds clean up certain areas of grass and crop pests with its beak. After that he began to dance and make a sound. When did this bird's body looks as if stood upright. Part of its wings expand and widen so that makes it look like a little girl wearing a skirt.

Know Your Bird Cendarawasih
The birds of paradise are members of the order Passeriformes Paradisaeidae family. They are found in eastern Indonesia, the islands of Torres Strait, Papua New Guinea, Australia and east. Bird family members are known as male plumage in many species, especially the fur is very long and complex that grows from the beak, wings or head. Size of Paradise birds of paradise from the King at 50 grams and 15 cm to Paradise Part-sickle Black at 110 cm and Paradise Crest Manukod-rolled at 430 grams.
The most famous birds of paradise are members of the genus Paradisaea, including its type species, large yellow bird of paradise, Paradisaea Apoda. This species was described from specimens brought to Europe from trading expeditions. These specimens were prepared by native traders by removing the wings and legs can be used for decoration. It is not known by the explorers and led the belief that these birds never landed but remain in the air because of the feathers. This isorigin of the name of the bird of paradise ( ' birdparadise' bythe British ) andthe name of the type Apoda - which means' no legs' .
Many species have elaborate mating ritual, mating system types Paradisaea are male birds gather to compete at the bird show keelokannya for females to mate. While other species such as the types Cicinnurus and Parotia have irregular mating dance. Males in sexually dimorphic species are polygamous. Many bird hybrid that is described as new species, and several species of doubtful kevalidannya. Number eggs somewhat less certain. In large type, perhaps almost always one egg. Small type can produce as much as 2-3 eggs (Mackay 1990).

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Powerade Coupons