Rabu, 15 Desember 2010

MENGENAI ANGGREK BULAN LOKAL (Phalaenopsis amabilis) YANG HAMPIR PUNAH



Anggrek merupakan salah satu tanaman hias berbunga yang tidak kalah indahnya dengan tanaman hias berbunga lainnya. Anggrek memiliki bentuk dan corak bunga yang beraneka ragam dan indah dipandang mata. Keindahan bentuk dan bunganya telah membuat tanaman dari keluarga “Orchidaceae” ini banyak dikoleksi oleh semua orang baik hanya untuk hobi saja bahkan sampai di perjual belikan.
Anggrek tergolong anggota famili “Orchidaceae”,dimana merupakan salah satu famili bunga-bungaan yang paling besar, memiliki kurang lebih 43.000 spesies dari 750 generasi yang berbeda. Menurut berbagai informasi diperoleh keterangan lebih kurang sekitar 5.000 spesies anggrek di antaranya terdapat di indonesia dengan penyebaran hampir di seluruh Nusantara. Tanaman anggrek itu sendiri memiliki bermacam fungsi, diantaranya yang paling utama yakni sebagai tanaman hias yang dinikmati keindahan bunganya karena setiap jenis bunga anggrek memiliki bentuk, corak, warna dan wangi yang khas sehingga semua orang tidak jenuh untuk menikmatinya. Selain itu tanaman anggrek juga diambil bunganya untuk dicampur dalam pembuatan aneka produk kecantikan dan kesehatan bagi masyarakat luas.
Anggrek terbaik di dunia jenis anggrek bulan lokal (Phalaenopsis amabilis) dari Kabupaten Tanah Laut kini tidak bisa ditemukan lagi di hutan Kabupaten Tanah Laut ataupun di kawasan hutan Kalimantan Selatan lainnya.  Ketua Persatuan Anggrek Indonesia (PAI) Kalimantan Selatan Aida Muslimah di Banjarmasin, Sabtu (4/9/2010), mengatakan, anggrek lokal Phalaenopsis amabilis di dunia ini hanya ada di tiga tempat, yaitu dua tempat di Indonesia, di Bogor dan Pelaihari, ibu kota Kabupaten Tanah Laut; dan di Filipina.
Dari tiga tempat tersebut, kata Aida, yang hadir dalam acara buka bersama komunitas jurnalis "Pena Hijau" Kalsel, anggrek bulan Pelaihari yang paling bagus dijadikan sebagai inti silang. Hal ini disebabkan ada beberapa kelebihan yang tidak terdapat pada anggrek jenis lainnya di daerah lain. Beberapa kelebihan tersebut, kata Aida, yang didampingi Sekretaris PAI Yulianto, antara lain, anggrek bulan Pelaihari memiliki masa bunga cukup lama antara tiga dan enam bulan, sedangkan anggrek biasa tidak lebih dari satu bulan.Selain itu, katanya, jumlah kuntum dalam satu tangkai bisa mencapai 25-50 buah, sedangkan anggrek biasa hanya 10-15 kuntum, dan banyak cabang dalam tangkai, sedangkan anggrek lainnya hanya satu cabang.
Anggrek bulan Pelaihari ini juga merupakan salah satu jenis anggrek yang memiliki bunga yang sangat indah berwarna putih bersih sehingga harganya pun cukup mahal, bisa mencapai Rp 5 juta untuk satu pohon. Sayangnya, kata Yulianto, jenis bunga yang dinobatkan sebagai bunga terbaik dunia di jenisnya tersebut kini tidak ditemukan lagi di habitatnya karena kesalahan kebijakan pemerintah pada masa lalu. "Dulu anggrek merupakan tanaman hasil komoditas yang bisa diperjualbelikan sehingga pada saat itu penjualan anggrek Pelaihari ke beberapa negara cukup marak, hingga akhirnya anggrek kebanggaan tersebut sulit ditemukan, bahkan tidak ada lagi di hutan Pelaihari," katanya.

Anggrek Bulan Lokal (Phalaenopsis  amabilis) Sebagai Komoditas Bisnis
Anggrek Bulan Lokal (Phalaenopsis  amabilis) merupakan salah satu jenis anggrek yang memiliki bunga yang sangat indah sekali, masih merupakan anggrek spesies atau dikenal dengan anggrek alam (lokal), karena mengingat penyebaran terbanyak ditemukan di Pulau Jawa dan Sumatera. Anggrek Bulan ini juga bermanfaat sebagai hiasan taman dan rumah yang dinikmati keindahannya. Anggrek ini tergolong jenis epifit yakni menempel di pohon untuk mendapatkan sari makanan akan  tetapi tidak merugikan sama sekali bagi inangnya. Anggrek bulan ini tidak suka terlalu lembab atau bahkan kering, karena masih tergolong anggrek alam, maka perlakuannya jika dikoleksi harus disesuaikan dengan kondisi alam asli tempat hidupnya demi kelangsungan hidup dan kecepatan berbunga. Phalaenopsis amabilis ini sekarang sangat langka, jarang dijumpai karena plasma nutfahnya sudah banyak yang diambil untuk dijadikan indukan persilangan dengan jenis anggrek alam lainnya.
Sebagai komoditas bisnis, Anggrek  Phalaenopsis  amabilis ini pernah menduduki rangking atas dalam perdagangan tanaman anggrek, karena harganya yang relatif terjangkau namun memiliki sosok bunga yang sangat indah dan bahkan bunganya  tahan sampai kisaran hampir 6 bulan. Pada era sebelum ditemukannya atau baru sedikit ditemukannya anggrek silangan, Phalaenopsis  amabilis inilah yang mendominasi pasar anggrek nasional. Sampai sekarang pun jenis  Phalaenopsis  amabilis ini masih banyak sekali peminatnya karena harganya masih relatif terjangkau.
Untuk saat ini pasar anggrek Nasional masih tetap stabil dan akan terus stabil sampai selamanya karena tanaman anggrek ini yang dinikmati adalah bunganya dan para penyilang anggrek itu sendiri hampir setiap waktu membuat silangan-silangan baru untuk mempertahankan kestabilan pasar dalam segi bisnis anggrek itu sendiri. Di Indonesia sendiri juga terdapat “PAI“ (Perhimpunan Anggrek Indonesia) dimana disitu merupakan ajang berkumbul, bertemu, berbisnis para penyilang, petani, pembenih dan pedagang tanaman anggrek  itu sendiri dari seluruh penjuru Indonesia, dan tidak menutup kemungkinan untuk Asia Tenggara, khususnya Thailand. Maka dari itu dapat dilihat bahwa prospek bisnis anggrek sangatlah menjanjikan untuk masa depan dan sangat menguntungkan untuk dijadikan aset berharga bagi Negara Indonesia khususnya.


ORCHID OF THE MONTH LOCAL (Phalaenopsis amabilis) ENDANGERED
Orchid is one of the flowering plants that are not less beautiful with other flowering plants. Orchid flowers have a shape and pattern of diverse and beautiful eyes. The beauty of form and interest have been made of plants of the family "Orchidaceae" This much was collected by all good people just for a hobby just got even perjual traded.
Orchids belong to the family members "Orchidaceae", which is one family of flowers that most large, has approximately 43,000 species from 750 different generations. According to various more or less information was obtained about 5,000 species of orchids of which there are in Indonesia with the spread almost all over the archipelago. Orchid plant itself has various functions, including the most important as an ornamental plant that is enjoyed the beauty of the flowers because each type of orchid flowers have the shape, style, color and distinctive scent that everyone is bored to enjoy it. In addition, orchid plants also captured the interest to be mixed in the manufacture of various beauty and health products to the general public.
The best orchid in the world of local species of orchids month (Phalaenopsis amabilis) of Tanah Laut District now can not be found again in Tanah Laut regency woods or in other forest areas in South Kalimantan. Chairman of the Indonesian Orchid Association (PAI), South Kalimantan, Banjarmasin Aida Muslimah on Saturday (04/09/2010), said the local orchid Phalaenopsis amabilis in this world exist only in three places, two places in Indonesia, the Bogor and Pelaihari, mother Tanah Laut regency town, and in the Philippines.
Of the three sites, said Aida, who attended the opening ceremony together with community journalist "Pen Green" South Kalimantan, orchid months Pelaihari best serve as the core cross. This is because there are some advantages that are not found in other orchid species in other areas. Some of these advantages, said Aida, who was accompanied by Secretary of PAI Yulianto, among others, orchid flower moon Pelaihari have a long period between three and six months, while the ordinary orchid no more than one bulan.Selain it, he said, the number of florets in a single stalk can reached 25-50 fruits, whereas only 10-15 regular orchid petals, and many branches in the stalk, while the other orchid is only one branch.
Orchid Pelaihari this month is also one type of orchid that has a very beautiful flowers of pure white color, so the price is quite expensive, can reach Rp 5 million for a single tree. Unfortunately, said Yulianto, type of flower which was named the best interest of the world in its kind is now no longer found in their habitat because of government policy mistakes in the past. "Once the orchid is a commodity crops that can be traded so that at the time Pelaihari orchid sales to several countries is rampant, until finally the pride orchids are difficult to find, even there is no longer in the forest Pelaihari," he said.

Local Moon Orchid (Phalaenopsis amabilis) As a Commodity Business
Local Moon Orchid (Phalaenopsis amabilis) is one type of orchid that has a very beautiful flower, is still an orchid species known as wild orchids (local), because given the spread of the largest found in Java and Sumatra. Phalaenopsis is also useful as a decorative garden and house enjoyed its beauty. It belongs to the type epiphytic orchid that is attached to the trees to get nutrients but does not hurt at all for the host. Orchids this month do not like too moist or even dry, because it is still classified as wild orchids, the treatment if the collection should be adapted to the conditions of the original natural habitat for survival and flowering rate. Phalaenopsis amabilis is now very rare, rare plasma nutfahnya because so many have taken to be a cross breeding with other species of wild orchids.
As a commodity business, Orchid Phalaenopsis amabilis was once ranked top in the trade of orchid plants, because the price is relatively affordable but has a very beautiful figure of interest and even the flowers stand up to the range of nearly 6 months. In the era before the discovery or invention of new small hybrid orchid, Phalaenopsis amabilis orchid is what dominates the national market. Until now any type of Phalaenopsis amabilis is still a lot of demand because the price is still relatively affordable.
For now the National orchid market remained stable and will remain steady until forever because of this orchid plants that enjoy the flowers and the penyilang orchid itself nearly every time a new cross-cross to maintain market stability in terms of the orchid business itself. In Indonesia there are also "PAI" (Indonesian Orchid Association) where there is an event berkumbul, meet, do business the penyilang, farmers, and traders pembenih itself orchid plants from all over Indonesia, and it is possible to Southeast Asia, especially Thailand. Thus it can be seen that the orchid business outlook is very promising for the future and very profitable to be a valuable asset to the State of Indonesia in particular.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Powerade Coupons