Minggu, 16 Januari 2011

TRENGGILING (Manis javanica)


 

 

Trenggiling atau tenggiling, atau pangolin, atau peusing bahasa Inggrisnya “Scaly Ant Eater”, atau nama latinnya Manis Javanica (untuk jenis trenggiling yang hidup di Indonesia dan Malaysia) adalah hewan mamalia (menyusui) yang tidak bergigi.

Binatang ini hidup di daerah hutan hujan tropis dataran rendah. Makanannya adalah serangga terutama semut dan rayap. Bentuk tubuhnya memanjang.

Panjang dari kepala sampai pangkal ekor sekitar 58 cm, sedang panjang ekornya sekitar 45 cm, beratnya sekitar 2 kg. Umumnya trenggiling betina lebih pendek dari trenggiling jantan. Ia memiliki lidah yang dapat dijulurkan hingga sepertiga dari panjang tubuhnya untuk mencari semut disarangnya. Disamping itu trenggiling mempunyai 2 pasang kaki yang pendek, mulut, mata, telinga dan sisik yang sangat keras.

Sisik tenggiling yang bersifat keras, tebal dan tajam itu membantu melindungi dirinya dari musuh. Selain itu ia melindungi dirinya dari musuh dengan cara menggulung badannya hingga seperti bentuk bola. Ia dapat pula mengibaskan ekornya yang bersisik tajam sehingga bisa melukai pengganggunya. Trenggiling aktif melakukan kegiatannya hanya di malam hari. Ia mampu berjalan beberapa kilometer dan balik lagi kelubang sarangnya yang ditempatinya untuk beberapa bulan.

Diwaktu siang ia bersembunyi di lubang sarangnya. Diantaranya ada yang tinggal diatas dahan pohon. Ia suka bersarang pada lubang-lubang yang berada dibagian akar-akar pohon besar atau membuat lubang di dalam tanah yang digali dengan menggunakan cakar kakinya. Atau ia menempati lubang-lubang bekas hunian binatang lainnya. Pintu masuk kelubang sarang selalu ditutupnya.

Musim kawin trenggiling jatuh pada bulan April sampai Juni. Setelah sang betina mengandung beberapa bulan, ia akan melahirkan anaknya. Anak yang baru dilahirkan beratnya sekitar setengah kg (500 gr), panjang sekitar 45 cm, dan tak lama setelah lahir anak trenggiling langsung bisa berjalan. Waktu lahir sisik si anak masih lembut, namun akan menjadi keras dalam masa 2 hari. Biasanya induk trenggiling akan menjaga anaknya 3 sampai 4 bulan. Selama itu sang anak sering di bawa-bawa oleh induknya di atas ekornya.

Trenggiling terdiri dari satu jenis (genus) dan 7 spesies / species (rumpun), yaitu spesies :

  1. Manis Javania, hidup tersebar di Indonesia, Malaysia dan Indochina.
  2. Manis Pentadactyla, hidup di Nepal, Himalaya Timur, Myanmar dan China.
  3. Manis Carssicaudata, hidup di India dan Srilangka.
  4. Manis Tertradactyla, trenggiling tak berekor yang hidup di Asia.
  5. Manis Temmenki, hidup di Asia.
  6. Manis Triscuspis, hidup di Asia.
  7. Manis Gigantea, hidup di Afrika.

 

 

Pangolin (Manis javanica)

Pangolin, or anteater, or pangolin, or peusing English "Scaly Ant Eater," or Latin name Manis javanica (for the type of anteater that lived in Indonesia and Malaysia) are mammals (nursing) that are not toothed.

These animals live in the lowland tropical rain forest. The food is insects, especially ants and termites. Elongated shape.

The length from head to base of tail approximately 58 cm, tail length is about 45 cm, weighing about 2 kg. Generally shorter than female anteater anteater male. He has a tongue that can be extended up to one third of the length of his body to look for ants disarangnya. Besides, anteater has 2 pairs of short legs, mouths, eyes, ears and the scales are very hard.

Anteater scales that are hard, thick and sharp it helps protect himself from enemies. Besides, he protect himself from enemies by rolling his body until the ball like shape. He can also wags his tail so sharp that could hurt the scaly intruder. Anteater actively doing business only in the evening. He was able to walk several miles and back again kelubang nest they occupy for several months.

Day at a time when he was hiding in its nest hole. Among them there are who live on a tree branch. He likes to nest in the holes that are dibagian large tree roots or make a hole in the ground dug by using the claw feet. Or he occupies holes other animal shelters. Kelubang nest entrance is always closed.

Anteater mating season falls in April to June. After the females contain a few months, she will give birth. New child is born weighing about half a kg (500 g), length about 45 cm, and shortly after birth the child can walk directly anteater. Time scales of the child born is still soft, but it will become hard in the 2 days. Usually the parent anteater will keep 3 to 4 months of her child. During that time the child is often carry by its mother on its tail.

Anteater consists of one kind (genus) and 7 species / species (family), namely species:

1.           Sweet Javania, live scattered in Indonesia, Malaysia and Indochina.
2. Sweet Pentadactyla, living in Nepal, Eastern Himalayas, Myanmar and China.

2.           Sweet Carssicaudata, living in India and Sri Lanka.

3.           Tertradactyla sweet, no-tailed pangolin who live in Asia.

4.           Sweet Temmenki, live in Asia.

5.           Sweet Triscuspis, live in Asia.

6.           Manis gigantea, live in Africa.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Powerade Coupons