Minggu, 16 Januari 2011

Kukang (Nycticebus coucang)




Kukang (Nycticebus coucang) adalah salah satu spesies primata dari genus Nycticebus yang penyebarannya di Indonesia meliputi pulau Jawa, Sumatera dan Kalimantan. Kukang dikenal juga dengan sebutan pukang, malu-malu atau lori, bersifat aktif di malam hari (nokturnal). Di pulau Jawa terdapat subspesies Nycticebus coucang javanicus, yang penyebarannya meliputi Jawa Barat, Banten, Jawa Tengah dan Jawa Timur.
Kukang bulu tubuhnya berwarna coklat muda sampai coklat tua, bermata besar menonjol keluar, panjang kepala dan badannya 33 cm dengan bobot badan berkisar antara 300-1500 g. Pada bagian kepala hingga punggungnya terdapat garis coklat tua yang menjadi salah satu cirinya. Tangannya berfungsi sebagai pemegang yang telah berkembang baik.

Pengelompokan
Ordo Primate,
Ordo Prosimian
Family Lorisidae

Terdapat sedikitnya tiga spesies di Asia, yaitu
  1. slow loris (Nycticebus coucang),
  2. pygmy loris (Nycticebus pygmaeus)
  3. slender loris (Loris tardigardus).
Empat sub spesies dari slow loris yang ada, antara lain Nycticebus coucang bengalensis yang terdapat di Assam, Myanmar, Thailand dan Indo-Cina. Secara morfologi, berukuran besar dengan berat ± 2000g dan berwarna cerah. Nycticebus coucang, tersebar di Malaysia, Sumatera, Thailand bagian Selatan, sebelah Utara Kepulauan Natuna. Berukuran lebih kecil daripada Nycticebus coucang bengalensis, berwarna coklat terang dengan bagian dahi yang lebih gelap. Ketiga, Nycticebus coucang menagensis yang dapat dijumpai di daerah Borneo, Bangka dengan ukuran tubuh relative lebih kecil jika dibandingkan dengan Nycticebus coucang coucang. Terakhir, Nycticebus coucang javanicus, sesuai dengan namanya penyebarannya di Pulau Jawa. Ukuran tubuhnya lebih besar daripada sub spesies lainnya, dengan corak yang tebal pada bagian dorsal (punggung) yang menjadikan perbedaan yang cukup mencolok.
Di Indonesia belum ditemui adanya skema pasti mengenai keberadaan dan distribusi satwa ini. Penduduk lokal bahkan kerap kali keliru menganalogikannya dengan kus-kus. Hal ini dikarenakan keterbatasan dalam penyampaian informasi.

Perilaku
Kukang terkenal dengan kehidupan malamnya (nocturnal) dan memakan beberapa buah-buahan dan sayuran, juga beberapa insecta, ma- mmalia kecil dan bahkan burung. Umumnya mereka meraih makanan de- ngan salah satu tangan lalu memasukkannya ke dalam mulut. Berbeda halnya dengan minum, cara yang dilakukan pun cukup unik. Mereka tidak minum langsung dari sumbernya tetapi mereka membasahi ta- ngannya dan menjiltinya.
Layaknya hewan-hewan nocturnal lainnya, pada siang hari kukang beristirahat atau tidur pada cabang-cabang pohon. Bahkan ada yang membenamkan diri ke dalam tumpukan serasah tetapi hal ini sangat jarang ditemui. Satu yang unik dari kebiasaan tidur kukang yaitu posisi dimana mereka akan menggulungkan badan, kepala diletakkan diantara kedua lutut/ekstrimitasnya.
Ketika malam hari tiba, kukang mulai melakkukan aktivitasnya. Mereka bergerak dengan menggunakan 4 anggota tubuhnya, pergerakan seperti ini disebut dengan quadropedal ke segala arah baik itu peregrakan vertical ataupun horizontal (climbing). Pada hewan-hewan yang hidup di penangkaran, mereka bergerak memanjat dan mengitari kandang disebut denan aksplorasi. Tak jauh berbeda dengan kehidupannya di alam, kukang yang hidup di penangkaran pun menciumi segala sesuatu / objek yang ditemuinya serta melakukan penandaan / marking dengan urine.
Berdasarkan rekaman hasil penelitian di lapangan,diketahui bahwa kukang hidup secara soliter, walaupun di beebrapa saat ditemui adanya interaksi namun tidak lebih sebatas fase tahapan reproduksi. Masa estrus pada kukang berkisar antara 30-40 hari. Pada hewan betina, jika memasuki masa estrus maka akan lebih sering mengeluarkan suara / vokalisasi berupa siulan. Selain itu, terjadi pembengkakan pada area genitalianya. Jika jantan men dengarkan dan tertarik akan siulan betina, maka jantan kemudian mendekati betina dan me- ngadakan kopulasi. Masa kehamilan atau gestation periode selama 176 sampai 198 hari atau kurang lebih selama 6 bulan.
Kukang tergolong satwa pemakan segala (omnivora), seperti halnya dengan primata lainnya pakan utama adalah buah-buahan dan dedaunan. Namun demikian kukang di habitat aslinya, juga memakan biji-bijian, serangga, telur burung, kadal dan mamalia kecil.

 

 

Slow loris (Nycticebus coucang)

Slow loris (Nycticebus coucang) is one primate species of the genus Nycticebus the spread in Indonesia include Java, Sumatra and Kalimantan. Kukang also known lemur, shy or lorries, are active at night (nocturnal). On the island of Java, there are subspecies coucang Nycticebus javanicus, which includes distribution of West Java, Banten, Central Java and East Java.

Kukang body hair light brown to dark brown, big eyes protruding, head and body length of 33 cm with a weight loss ranged from 300-1500 g. At the head to the back there is a dark brown line that became one character. Her hand serves as a holder who has been developing well.

 

Grouping
Order Primate,

Order prosimian

Family Lorisidae

 

There are at least three species in Asia, namely

1. Slow Loris (Nycticebus coucang)

2. pygmy Loris (Nycticebus pygmaeus)

3. Slender Loris (Loris tardigardus).

 

Four sub-species of which there are slow Loris, among others, Nycticebus bengalensis coucang contained in Assam, Myanmar, Thailand and Indo-China. In morphology, large weighing ± 2000g and brightly colored. Nycticebus coucang, spread across Malaysia, Sumatra, southern Thailand, north of the Natuna Islands. Smaller than coucang Nycticebus bengalensis, light brown with darker the forehead. Third, Nycticebus coucang menagensis which can be found in the area of Borneo, Bangka with relatively smaller body size when compared to Nycticebus coucang coucang. Finally, coucang Nycticebus javanicus, as the name suggests its spread on the island of Java. Larger body size than other subspecies, with a thick pattern on the dorsal (back) which makes the difference is quite striking.

In Indonesia have not found any definite scheme of existence and distribution of this species. Local people often mistakenly menganalogikannya even with pack-pack. This is due to limitations in the delivery of information.

 

Behavior

Kukang famous nightlife (nocturnal) and eat some fruits and vegetables, as well as some Insecta, ma-mmalia small and even birds. Generally, they grabbed the food with one hand and then putting it in the mouth. Unlike the case with drinking, how that is done is quite unique. They do not drink directly from the source but they wet her hand and menjiltinya.
Like the other nocturnal animals, the slow loris daytime resting or sleeping on tree branches. Some even immerse themselves into the piles of litter, but this is very rare. One's unique sleeping habits lemur that is a position where they would furl the body, the head placed between the knees / ekstrimitasnya.

When night comes, slow loris start melakkukan activities. They move with a 4-member body, such movement is called by quadropedal in all directions either vertical or horizontal peregrakan (climbing). In the animals that live in captivity, they move around the cage climbing and called denan aksplorasi. Not much different from life in nature, lemur that lived in captivity was kissing all things / objects are discovered doing tagging / marking with urine.

Based on the records of the results of research in the field, it is known that the slow loris in a solitary life, even when found in an array of interaction but not more limited phase of the reproductive stages. The period of estrus in the slow loris between 30-40 days. In female animals, if entering a period of estrus it will more often make a sound / vocalizations in the form of whistling. In addition, swelling in the area genitalianya. If manly men will listen to and interested in female whistling, the male then approached the female and her ngadakan copulation. Pregnancy or gestation period of 176 to 198 days or less for 6 months.

Loris eating any animal classified (omnivores), as well as with other primates are the main food of fruit and foliage. However, slow loris in their natural habitat, also eat seeds, insects, bird eggs, lizards and small mammals.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Powerade Coupons