Minggu, 22 Januari 2012

Lingkungan dan Sumberdaya Alam Bagi Hewan


Lingkungan hidup hewan adalah segala sesuatu yang ada di sekeliling hewan dimana ia beraktifitas, berinteraksi dan beradaptasi. Perhatikan apa yang ada di sekeliling hewan yang sedang melakukan aktifitas baik hewan yang sedang beraktifitas sendiri, dengan kelompoknya, atau dengan hewan jenis lain. Anda amati dan perhatikan, berapa banyak unsure-unsur lingkungan yang ada di sekeliling hewan tersebut. Kemampuan menganalisis satu per satu komponen lingkungan hewan tersebut merupakan cerminan kemampuan anda memahami unsure-unsur lingkungan hidup hewan.

Lingkungan hewan pada dasarnya merupakan totalitas dari beraneka faktro biotic dan abiotik. Faktor abiotik misalnya: tanah udara, ruang medium atau subtract/ tempat menpel hewan, cuaca dan iklim. Faktor biotic misalnya adalah hewan lain, baik sesame spesies maupun berlainan spesies, tumbuhan dan mikroba yang terdapat di seputar hewan itu.

Stiap hewan melakukan aktifitas hidup, tumbuh dan berkembang biak dalam suatu lingkungan yang memberinya kondisi yang cocok baik kehidupannya. Lingkungan juga menyediakan kondisi yang cocok bagi kehidupannya. Lingkungan juga menyediakan sumberdaya yang diperlukan bagi kehidupannya. Mengapa dalam ekologi hewan, lingkungan dan sumberdaya yang diperlukan oleh hewan untuk hidup itu dibedakan?

Pengertian kedua hal ini dalam penerapannya berbeda. Karena sama halnya dengan manusia, maka hewan hidup memerlukan lingkungan dan sumberdaya. Lingkungan dalam ekologi hewan diartikan sebagai sesuatu yang ada di sekitar hewan itu memberikan manfaat kepada hewan. Jadi ada unsure-unsur lingkungan yang tidak memberikan manfaat kepada hewan. Semua unsure hidup yang memberikan manfaat bagi hewan tersebut itulah yang dimaksud dengan sumberdaya.

Sebagaimana pengertian sumberdaya pada umumnya yang berarti segala unsure lingkungan yang memberikan kesejahteraan bagi kehidupan, maka sumberdaya bagi hewan akan berarti semua unsure lingkungan yang memberikan kesejahteraan bagi hewan tersebut. Jadi unsure-unsur hewan belum tentu seluruhnya menjadi sumberdaya bagi hewan tersebut.

Antara hewan dan lingkungannya terdapat hubungan timbale balik yang saling mempengaruhi. Bukan hanya lingkungan saja yang besar pengaruhnya terhadap keberhasilan hewan untuk hidup dan berkembang biak, namun sebaliknya, lingkunganpun dapat berubah oleh karena kehadiran serta dampak aktifitas hidup hewan.

Kita perhatikan sekelompok domba yang sedang digembalakan di sebuah padang rumput. Kekenyangan domba akan sangat tergantung kepada banyak dan sedikitnya rumput yang ada di lading pengembalaan tersebut. Begitu juga keselamatan domba sangat ditentukan oleh ada atau tidaknya hewan yang membahayakan bagi keselamatan domba. Namun disitu kita bisa menyaksikan seberapa banyak individu rumput yang terpotong oleh domba, seberapa individu yang patah dan terbenam karena terinjak-injak oleh kaki domba yang tajam itu. Seberapa besar pertambahan kekerasan tanah yang setiap hari di injak-injak oleh domba. 

Dari sini terpikir oleh kita, seberapa luas lahan penggembalaan yang harus disediakan yang dapat mendukung agar domba yang di gembalakan dapat memperoleh rumput sehingga perutnya kenyang? Jika hal-hal tersebut tidak diperhatikan maka dalam proses ekologis selanjutnya yang akan terjadi adalah desertifikasi (Penggurunan) dari lading yang tadinya hijau oleh rumput menjadi tanah yang tak berumput kemudian lambat laun menjadi gurun. (Berpasir dan gersang)

Sumber: Sukarsono. 2009. Pengantar Ekologi Hewan

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Powerade Coupons