Minggu, 22 Januari 2012

Ekologi Hewan


Ekologi dalam perkembangannya semakin dibutuhkan keberadaannya hampir setiap pemecahan permasalahan lingkungan dan pembangunan. Kondisi ini sangat memungkinkan karena ekologi menjadi dasar yang harus dimiliki dalam menerapkan berbagai konsep lingkungan, maupun konsep-konsep tentang manusia dan mahluk hidup lain dalam hubungannya dengan lingkungan.

Dalam berbagai kegiatan pembangunan , ekologi sebagai ilmu saat ini konsepnya semakin banyak dibutuhkan dan diterapkan, misalnya konsep pelestarian semua sumberdaya alam, perlindungan flasma nutfah, pengendalian kelahiran dalam program keluraga berencana pada populasi manusia, konsep pengenaan ekosistem, pembangunan dan hasil maksimal yang berkelanjutan, konsep pengenaan permasalahan pembangunan daerah aliran sungai, konsep perlindungan bagi ekosistem mangrove, perlindungan atas trumbu karang, konsep pengelolaan hutan, konsep pengelolaan suaka alam dan perlindungan satwa liar, konsep ekologi dalam penyusunan undang-undang perlindungan terhadap lingkungan, konsep ekologi dalam pemberian izin operasional, pengelolaan dan pemantauan lingkungan suatu industry atau suatu kawasan misalnya harus dilakukan analisis mengenai dampak lingkungan (AMDAL) pengelolaan dan pemantauan lingkungan.

Perkembangan akhir-akhir ini, konsep ekologi diterapkan dalam manajemen lingkungan yang lebih canggir dan semakin rumit, diantaranya dalam audit lingkungan dan sertfikasi bagi pengakuan internasional bidang lingkungan, misalnya melalui ISO14000, ekolabel, dan lain-lain. Pengkajian terhadap permasalahan lingkungan ini menjadi sangat penting dan tidak bisa dielakan jika kita ingin bergaul dan berinteraksi di tingkat dunia. Sebuah produk tidak akan diterima di pasaran yang sudah menerapkan konsep Green consumer (Konsumen Hijau) dimana Negara atau penduduknya mensyaratkan bahwa seluruh produk yang ada dikonsumsinya harus memenuhi syarat proses pengambilannya dari alam dan proses pengolahannya tidak merusak dan merugikan lingkungan.

Berbagai kesepakatan (Konvensi) tingkat dunia telah disepakati sehubungan dengan perlindungan lingkungan dan unsure-unsur ekologi. Hal ini kemudian menjadi isu politik penting dan berkembang bagi kesinambungan hidup bersama antar bangsa di dunia.

Indonesia yang memiliki keanekaragaman hayati terbesar menempati urutan kedua setelah Brazil , bisa jadi menjadi potensi bagi kesejahteraan hidup bagi masyarakatnya jika digali, diketahui potensinya dan dikembangkan. Namun juga bisa jadi tidak memiliki arti apa-apa jika tidak diteliti dan di kaji manfaatnya, artinya Tuhan tidak menjadikan sesuatu apapun di muka bumi ini dengan sia-sia jika tidak ada maksud dan manfaatnya bagi manusia.

Konsep ekologi berperan demikian penting tidak hanya pada masa lalu, namun juga pada masa sekarang dan masa yang  akan dating. Mengingat hal tersebut, maka konsep-konsep serta dasar – dasar ekologi sebaiknya dimasyarakatkan sedini mungkin serta disebarluaskan ke segenap lapisan masyarakat.


Pengertian Ekologi
Ekologi adalah kajian tentang bagaimana tanaman, binatang dan organism lain saling berhubungan satu sama lain dalam lingkungan atau habitat mereka. Kata ekologi berasal dari bahasa Yunani “Oikos” yang berarti “Rumah”. Ekologi juga berarti kajian tentang kelimpahan dan distribusi organism. Seorang ahli ilmu lingkungan hidup, sebagai contoh, mungkin mencoba untuk menemukan mengapa suatu spesies kodok saat ini sudah sangat jarang ditemukan, atau pohon sejenis cemara yang ada menjadi kering pada habitat yang lembab.

Ahli ilmu lingkungan hidup mempelajari organism hidup dengan cara dan pendekatan yang berbeda. Seorang ahli ekologi mungkin mempelajari populasi hewan yang bisa kawin (Interbreed) satu sama lain; suatu komunitas yang terdiri dari banyak spesies yang memenuhi suatu area atau satu ekosistem, satu komunitas dari banyak organism yang hidup di lingkungan mereka. Bagian-bagian tidak hidup, oleh ahli ilmu lingkungan mereka. Bagian-bagian tidak hidup, oleh ahli lingkungan hidup tidak dikenal sebagai komponen “Abiotik” yaitu melitupi air, udara, tanah dan cuaca.

Ahli ekologi populasi mempelajari apa yang membuat sesuatu populasi punah, apa yang mengatur populasi berada pada kepadatan yang sedang (Intermediate) dan apa yang membuat suatu populasi mengalami peningkatan yang sangat besar. Ahli ekologi komunitas mempelajari hubungan diantara spesies berbeda, sebagai contoh bagaimana suatu kelompok suatu pemangsa dan yang dimangsa saling mempengaruhi satu sama lain.

Penelitian ekosistem menguji bagaimana bagian-bagian komponen lingkungan saling sesuai satu sama lain. Sebagai contoh, karbon © dalam atmosfire diambil oleh tanaman selama fotosintesis, kemudian binatang memakan tanaman kemudian menghembuskan karbon dalam bentuk karbon di oksida. Siklus karbn terjadi berawal dari jaringan tumbuhan dan hewan kemudian memasuki atmosphere dan kemudian kembali ke bumi. Contoh lain adalah kerang-kerang yang membuat kulit kerang mereka dari karbon. Kulit kerang luruh ke bagian bawah samudra untuk kemudian membentuk sedimen tebal. Selama berjuta-juta tahun kemudian membentuk sedimental tebal. Selama berjuta tahun kemudian, proses geologis mengangkat sedimen ini sebagai pegunungan. Penelitian ekosistem adalah penelitian yang sungguh-sungguh dilakukan melalui pengkajian penelitian tentang kehidupan di atas permukaan bumi.

Sumber: Sukarsono, 2009, Pengantar Ekologi Hewan, UMM Press

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Powerade Coupons