Minggu, 30 Januari 2011

Mikrobiologi Lingkungan Kurangi Pencemaran


Mikrobiologi lingkungan adalah cabang ilmu biologi yang mempelajari interaksi antara mikroorganisme, bumi, dan atmosfer. Mikrobiologi lingkungan membahas antara lain mikrobiologi tanah dan udara, mikrobiologi limbah, dan mikrobiologi akuatik. Mikrobiologi lingkungan diterapkan pada bidang pertanian, industri, perikanan, kesehatan, dan lain sebagainya.

Mikroorganisme
Subjek utama mikrobiologi lingkungan adalah mikroorganisme. Mikroorganisme merupakan makhluk hidup terkecil di bumi, namun memegang peranan penting bagi kehidupan manusia dan lingkungan. Banyak sekali tipe mikroba di bumi. Kita hanya mengetahuinya tidak lebih dari 1% dari jumlah spesies mikroba di bumi. Mikroba berada di sekeliling kita, di udara, tanah, dan air. Dalam satu gram tanah terdapat 1 miliar mikroba yang terdiri dari ribuan spesies.
Mikroorganisme merupakan tulang punggung eksosistem yang tidak terkena sinar matahari. Misalnya bakteri kemosintetik, yang menyediakan energi dan karbon untuk organisme lain. Beberapa mikroba merupakan dekomposer yang memiliki kemampuan mendaur ulang nutrien.
Jadi, mikroba sangat berperan penting dalam daur biogeokimia. Mikroba khususnya bakteri, bersimbiosis dengan makhluk hidup lain yang berdampak positif dan negatif pada ekosistem.

Peran Mikroorganisme
Mikroorganisme mampu merespon perubahan fisika atau kimia dalam suatu lingkungan. Oleh karena itu, mikroorganisme banyak digunakan sebagai indikator alami terhadap perubahan lingkungan terutama akibat dari pencemaran.
Bakteri dan enzim yang dihasilkannya bersama dengan beberapa jenis jamur merupakan agen remediasi efektif untuk mengurai bahan kimia berbahaya, polusi di tanah, sedimen, dan limbah. Kemampuan bakteri untuk mendegradasi limbah beracun tergantung dari jenis kontaminannya. Karena kebanyakan lingkungan terpolusi oleh berbagai tipe polutan, maka bioremediasi yang efektif adalah dengan menggunakan campuran beberapa spesies bakteri, sehingga tiap jenis bakteri mendegradasi satu atau lebih kontaminan.
Dewasa ini banyak pencemaran yang disebabkan oleh minyak bumi, misalnya bocornya kapal tanker di laut. Pencemaran tersebut tentunya berbahaya dan menimbulkan polusi. Tumpahan minyak di perairan laut sulit untuk dibersihkan.
Untuk mengatasi hal tersebut digunakan mikroba yang dapat mendegradasi hidrokarbon, yaitu hydrocarbonoclastic bakteri (HCB). Organisme ini dapat membantu pemulihan kerusakan ekologi yang disebabkan oleh polusi minyak. HCB juga berperan dalam aplikasi bioteknologi yaitu dalam bidang bioplastik dan biokatalis.
Bakteri dan mikroorganisme lain berperan penting dalam siklus nutrien dan energi. Mereka menguraikan bahan organik mati menjadi zat-zat yang dapat dimanfaatkan kembali oleh tumbuhan. Mereka juga berperan dalam fiksasi nitrogen serta siklus karbon dan sulfur. Bakteri juga berperan dalam pembuatan obat, hormon, dan antibodi.
Tubuh bakteri dilapisi oleh dinding sel. Mereka dapat bereproduksi dengan cepat dan menghuni setiap lingkungan atau kondisi di bumi, misalnya tanah, air, akar tumbuhan, kubangan, jasad mati, hingga es. 

http://www.anneahira.com/mikrobiologi-lingkungan.htm


Environmental Microbiology Reduce Pollution
Environmental Microbiology is the branch of biology that studies the interaction between microorganisms, the earth, and atmosphere. Environmental Microbiology discuss, among others, air and soil microbiology, microbiological waste, and aquatic microbiology. Environmental microbiology applied to agriculture, industry, fisheries, health, and so forth.

Microorganisms
The main subject of environmental microbiology is a microorganism.
Microorganisms are the smallest living things on earth, but plays an important role for human life and the environment. There are so many types of microbes on Earth. We just know it is not more than 1% of microbial species on earth. Microbes are all around us, in air, soil, and water. In one gram of soil there are 1 billion, consisting of thousands of microbial species.
Microorganisms are the backbone of ecosystems that are not exposed to sunlight. For example kemosintetik bacteria, which provide energy and carbon to other organisms. Some microbes is a decomposer that has the ability to recycle nutrients.
Thus, microbes play a significant role in biogeochemical cycles. Microbes, especially bacteria, symbiosis with other living things that positive and negative impacts on ecosystems.

Role of Microorganisms
Microorganisms able to respond to physical or chemical changes in the environment. Therefore, microorganisms are widely used as natural indicators of environmental changes mainly result from pollution.
Bacteria and enzymes are produced along with several types of mold remediation is an effective agent to break down harmful chemicals, pollutants in soil, sediment, and waste. The ability of bacteria to degrade toxic waste depends on the type kontaminannya. Since most environmentally polluted by different types of pollutants, then the effective bioremediation is to use a mixture of several species of bacteria, so that each type of bacteria to degrade one or more contaminants.
Nowadays a lot of pollution caused by petroleum, such as leaking tanker at sea. Pollution is of course dangerous and cause pollution. Oil spill in marine waters is difficult to clean.
To overcome this use microbes that can degrade hydrocarbons, namely hydrocarbonoclastic bacteria (HCB). These organisms can help restore the ecological damage caused by oil pollution. HCB is also instrumental in the application of biotechnology in the areas of bioplastics and biocatalyst.
Bacteria and other microorganisms play an important role in nutrient cycles and energy. They describe the dead organic matter into substances that can be used again by plants. They also play a role in nitrogen fixation and carbon and sulfur cycles. Bacteria also play a role in the manufacture of drugs, hormones, and antibodies.
The body is coated by bacterial cell wall. They can reproduce quickly and inhabit every environment or conditions on Earth, such as soil, water, plant roots, puddles, dead bodies, until the ice.

http://www.anneahira.com/mikrobiologi-lingkungan.htm

Potensi Besar Bakteri E Coli


Theodor Escherich menemukan bakteri ini di tahun 1885. Karena itulah huruf E yang menyebut nama genus bakteri ini diambil dari nama belakang penemunya. Bakteri E coli atau Escherichia coli merupakan bakteri flora normal usus manusia. E coli berfungsi membusukkan sisa-sisa makanan yang melewati saluran usus besar manusia, memadatkannya hingga dikeluarkan dalam bentuk feses.
E coli adalah bakteri gram negatif yang berbentuk basil atau batang. Ukuran panjang sel E coli rata-rata sekitar 2 mikrometer, dengan volume sel sekitar 0,7 mikrometer kubik. E coli hidup pada suhu di antara 20 hingga sekitar 45 derajat celcius. Dengan rentang suhu seperti itu, E coli dapat tumbuh dengan baik di dalam saluran pencernaan manusia.
Umumnya, kita mengenal bakteri E coli sebagai pencemar perairan, yang harus dihilangkan bila ingin air yang kita minum layak untuk dikonsumsi. E coli juga dikenal sebagai bakteri penyebab diare dan gangguan saluran pencernaan. Padahal, E coli tidak seluruhnya berbahaya. Hanya sebagian kecil saja bakteri E coli yang menyebabkan penyakit, itupun apabila pertumbuhan bakteri tersebut tidak terkendali.
Bakteri E coli pada umumnya tidak berbahaya dan dapat memberi keuntungan bagi manusia dengan turut berperan dalam memproduksi vitamin K. Keberadaan E coli sebagai flora usus malah menjadi penghalang tumbuhnya bakteri lain yang kemungkinan berbahaya untuk tumbuh di dalam usus.
Justru pada beberapa tahun belakangan, lewat kemajuan ilmu mikrobiologi dan rekayasa genetika, banyak potensi besar dari bakteri E coli yang mulai terungkap. Sebagian besar potensi tersebut sangat bermanfaat bagi kelangsungan hidup umat manusia.

Potensi Besar Itu Pun Tersingkap
Bakteri E coli bisa dibilang sebagai mikroorganisme yang luar biasa. Pertumbuhannya yang sangat cepat dan penanganan yang sangat mudah, membuat E coli menjadi bakteri pilihan untuk proses rekayasa genetika. Keberadaan rekayasa genetika di seluruh dunia tidak pernah terlepas dari E coli, karena struktur DNA-nya yang sangat sederhana dan mudah dimodifikasi. Bakteri E coli juga sering digunakan sebagai media untuk kloning atau rekombinasi DNA.
Tidak sedikit pula industri bahan kimia yang mengaplikasikan teknologi fermentasi dengan menggunakan E coli. Pada produksi obat-obatan misalnya, seperti insulin dan antiobiotik. Atau pada proses untuk memperoleh bahan kimia bernilai tinggi seperti 1-3 propanediol dan juga asam laktat. Dengan proses rekayasa genetika, bukan tidak mungkin ribuan produk kimia bisa dihasilkan oleh bakteri E coli.
Menurut Prof. Thimas Wood, Departemen Teknik Kimia Universits Texas, bakteri E coli dapat diubah secara genetik untuk memproduksi hidrogen dengan limpahan produk yang sangat besar. Menurutnya, E coli dapat memproduksi 140 kali lipat jumlah hidrogen yang mampu dihasilkan oleh proses alami. Penemuan Prof. Thimas Wood sebenarnya merupakan lompatan besar untuk bahan bakar dengan basis hidrogen di masa depan. Bahan yang bersih, efisien, dan yang paling penting bisa diperbaharui.
Dengan penemuan ini, diharapkan hidrogen yang selama ini diperoleh melalui proses pemecahan air dapat memperoleh solusi terbaik. Karena proses pemecahan air memerlukan dana yang besar dan energi yang banyak. Masih menurut beliau, saat ini dirinya telah membangun sebuah reaktor dengan berat kurang dari 250 galon bahan bakar. Dengan reaktor tersebut beliau sudah dapat mensuplai hidrogen sebagai bahan bakar untuk rumah dengan penggunaan 24 jam.
E Coli sendiri sebelumnya telah digunakan dalam proses pembuatan vaksin dan pembuatan vaksin. Insulin merupakan antibiotik yang digunakan untuk melawan serangan bakteri.

Eritromisin
Saat ini bakteri E coli juga digunakan dalam pembuatan antibiotik jenis lain, yaitu eritromisin yang ditemukan oleh peneliti dari Tufts University School of Engineering. Keberadaan eritromisin akan menjadi senjata ampuh untuk memerangi bakteri yang telah kebal atau resisten terhadap antibiotik insulin. Eritromisin juga dipakai sebagai bahan pengobatan infeksi bakteri. Pangkal dari penemuan eritromisin sebelum dikembangkan di dalam bakteri E coli adalah bakteri Saccharopolyspora erythraea yang ditemukan di dalam tanah.
Dari beberapa keberhasilan ini, beberapa tahun mendatang, banyak peneliti yang optimis bahwa bakteri E coli akan membawa perubahan besar dalam bidang bioteknologi. Semoga.

http://www.anneahira.com/bakteri-e-coli.htm



Great Potential of E Coli Bacteria
Theodor Escherich discovered this bacterium in 1885. That's why the letter E which bacterial genus name is derived from the inventor's last name. Bacterium E coli, or Escherichia coli is a normal human intestinal bacterial flora. E coli function decompose the remains of food that passes through the intestinal tract of humans, memadatkannya until issued in the form of feces.
E coli is a gram-negative bacteria or rod-shaped bacillus. The length of E coli cells on average about 2 micrometers, with cell volume about 0.7 cubic micrometers. E coli live in temperatures between 20 to around 45 degrees Celsius. With such temperature range, E coli can grow well in the human digestive tract.
Generally, we know the bacterium E coli as a water pollutant, which must be removed if you want the water we drink suitable for consumption. E coli is also known as the bacteria that cause diarrhea and digestive tract disorders. In fact, E coli is not entirely harmless. Only a small bacterium E coli that cause disease, and even then if the uncontrolled growth of these bacteria.
E coli bacteria are generally harmless and can provide benefits for humans to have a role in producing vitamin K. The presence of E coli as an intestinal flora has become a barrier to the growth of other bacteria that may be dangerous to grow in the intestines.
Indeed in recent years, through the advancement of microbiology and genetic engineering, many of the great potential of the bacterium E coli that began to unfold.

Most of this potential is very beneficial for the survival of mankind.
That's the big potential is revealed E coli bacteria can be spelled out as a remarkable microorganisms. Growth is very fast and very easy handling, making the bacterium E coli became a choice for the process of genetic engineering. The existence of genetic engineering in the world is never apart from E coli, because its DNA structure is very simple and easily modified. Bacterium E coli is also frequently used as a medium for cloning or DNA recombination.
Not a few others who apply the chemicals industry fermentation technology using E coli.
In the production of medicines such as insulin and antibiotics. Or on the process to obtain high-value chemicals like 1-3 propanediol and lactic acid. With genetic engineering process, it is not impossible thousands of chemical products can be produced by the bacterium E coli.
According to Prof. Thimas Wood, Department of Chemical Engineering Universits Texas, the bacterium E coli can be genetically altered to produce hydrogen with an abundance of products is very large. According to him, E coli can produce 140 times the amount of hydrogen capable produced by natural processes. Prof. invention. Thimas Wood is actually a big leap for the base hydrogen fuel in the future. Material that is clean, efficient, and most importantly can be renewed.
With this invention, it is expected that as long as hydrogen is obtained through water-solving process to obtain the best solution. Because the process of solving the water needs substantial funds and energy consuming. Still according to him, now he has built a reactor with a weight of less than 250 gallons of fuel. With the reactor he has been able to supply hydrogen as a fuel for homes with the use of 24 hours.
E Coli himself had previously been used in the process of making vaccines and vaccine manufacture. Insulin is an antibiotic used to fight bacterial attack.

Erythromycin
When this bacterium E coli is also used in the manufacture of other types of antibiotics, namely erythromycin were found by researchers from Tufts University School of Engineering. The presence of erythromycin will be a powerful weapon to combat bacteria that have been resistant or insulin-resistant to antibiotics. Erythromycin is also used as treatment of bacterial infections. The base of the discovery of erythromycin before it was developed in the bacterium E coli is a bacterium Saccharopolyspora erythraea that are found in the soil.
From some of this success, the next few years, many researchers are optimistic that the bacterium E coli will bring major changes in the field of biotechnology. Hopefully.

Jenis bakteri penyebab penyakit


 Tanpa disadari, banyak bakteri penyebab penyakit yang hidup di sekitar kita. Bakteri adalah makhluk hidup mikroskopis yang tidak bisa dilihat dengan mata telanjang, namun jumlahnya sangat besar dan ada di mana-mana. Banyak bakteri yang bermanfaat bagi kehidupan manusia, tetapi ada juga bakteri yang merugikan dan menjadi penyebab timbulnya penyakit.
Beberapa bakteri penyebab penyakit tersebut di antaranya sebagai berikut.

1. Pseudomonas Aeruginosa
Bakteri ini merupakan jenis bakteri pembusuk yang biasanya terdapat pada daging ikan. Selain itu, bakteri ini terdapat di alam, tanah, dan air. Apabila bakteri ini masuk ke dalam jaringan tubuh, akan menyebabkan infeksi traktus urinarius, jaringan paru-paru, kornea.
Bakteri Pseudomonas Aeruginosa bisa menyebabkan keracunan makanan karena enterotoksin yang mengganggu saluran pencernaan manusia. Infeksi paling banyak terjadi pada penderita diabetes mellitus atau pecandu narkoba.
Dalam kondisi tubuh sehat, antibodi secara aktif akan mengatasi bakteri yang menyerang tubuh. Namun, pencegahan terbaik adalah dengan mengonsumsi makanan sehat yang tidak terpapar bakteri ini.

2. Vibrio Cholerae
Sesuai namanya, bakeri jenis vibrio berbentuk koma atau spiral tidak sempurna. Bakteri Vibrio Cholerae banyak menyerang tikus. Apabila menginfeksi manusia, bisa menyebabkan penyakit kolera. Penyakit ini menyerang saluran pencernaan dengan gejala muntah, diare, dan kejang perut.
Bakteri ini sangat ganas dan bisa menyebabkan kematian dalam waktu singkat. Penderita biasanya kehilangan cairan dan elektrolit dalam jumlah besar.

3. Streptobacillus Moniliformis
Bakteri ini hidup pada tikus dan menular pada manusia lewat gigitan binatang tersebut sehingga mengakibatkan penyakit yang dikenal bernama rat bite fever. Gejalanya berupa demam mendadak dan badan menggigil, nyeri otot dan sakit kepala selama 1-3 hari.
Penyakit ini tersebar di seluruh dunia, khususnya negara-negara tropis. Media penularan yang paling banyak adalah melalui gigitan tikus atau air kencing dan sekret mulut. Susu dan air minum yang terinfeksi bakteri ini bisa menjadi media penyebaran, bahkan, darah dari hewan percobaan di laboratorium pun bisa juga menularkan.

4. Salmonella Bongori
Bakteri ini menjadi penyebab penyakit salmonella. Gejalanya berupa sakit kepala tiba-tiba, sakit perut, diare, mual dan muntah, disertai dehidrasi. Bakteri ini awalnya hidup pada binatang peliharaan, seperti unggas, babi, hewan ternak, iguana, tortoise, kura-kura, terapin, ayam, anjing, kucing, dan sebagainya.
Bakteri masuk ke dalam tubuh manusia biasanya lewat media makanan yang terkontaminasi bakteri. Misalnya, telur dan produk telur yang tidak dimasak dengan baik, susu mentah dan produk susu, air yang terpapar bakteri, daging dan produk daging, unggas dan produk unggas.

5. Escherichia Coli
Bakteri ini menjadi penyebab timbulnya penyakit, seperti kolera, tipus, disentri, diare, dan penyakit cacing. Bibit penyakit disebarkan lewat feses manusia dan mengontaminasi air minum. Biasanya, berkembang di lingkungan yang tidak mengindahkan MCK dengan baik. Apabila menginfeksi manusia, bakteri ini menimbulkan gejala pneumonia, endokarditis, dan infeksi luka.

6. Klebsiella Pneumonia
Bakteri ini menyebabkan penyakit meningitis dan pneumonia pada penderita diabetes mellitus. Gejalanya berupa demam akut, malaise (lesu), dan batuk kering. Bahkan, batuk darah dan nanah. Dalam kondisi akut, bisa menimbulkan abses, nekrosis jaringan paru, bronchiectasi, dan vibrosis paru-paru.

7. Salmonella Typhi
Bakteri ini menyebabkan penyakit typhus abdominalis. Seseorang yang terinfeksi akan menunjukkan gejala berupa demam tinggi hingga 40 derajat celcius, hilang kesadaran sehingga menceracau, gelisah, lemah, anoreksia, dan sakit kepala. Beberapa kasus disertai dengan diare. Penyakit ini bisa menyebabkan kematian.

8. Pasteurella Pestis
Bakteri ini awalnya menyerang binatang pengerat, seperti tikus dan kelinci. Kemudian, menular pada manusia lewat perantaraan kutu dari binatang-binatang pengerat yang menggigit manusia. Kutu tersebut adalah Xenopsylla Cheopis.
Apabila seseorang terinfeksi penyakit ini, bakteri masuk ke dalam jaringan limfa dan menimbulkan pembengkakan pada kelenjar limfa regional. Apabila kelenjar pecah, akan mengeluarkan nanah. Penyakit ini tergolong berbahaya karena bisa menimbulkan kematian.



Type of disease-causing bacteria
Without realizing it, many disease-causing bacteria that live around us. Bacteria are microscopic living creatures that can not be seen with the naked eye, but the number was very large and there is everywhere. Many bacteria are beneficial to human life, but there are also disease-causing bacteria and become the cause of disease.

Some bacteria cause diseases such of them as follows.

1.      Pseudomonas aeruginosa
This bacteria is a type of bacteria that are usually present in fish flesh. In addition, these bacteria found in nature, soil, and water. When these bacteria enter the body tissues, will cause urinary tract infections, lung tissue, the cornea.
Pseudomonas aeruginosa can cause food poisoning due to enterotoxins that disrupt the human digestive tract. The infection is most prevalent in people with diabetes mellitus or drug addicts.
In a healthy body condition, antibodies are actively going to cope with bacteria that invade the body. However, the best prevention is to eat healthy foods that are not exposed to this bacteria.

2.      Vibrio cholerae
As the name implies, bakery type vibrio comma-shaped or spiral is not perfect. Vibrio cholerae many attacking rats. When infecting humans, can cause cholera. The disease attacks the gastrointestinal tract with symptoms of vomiting, diarrhea, and abdominal cramps.
These bacteria are highly virulent and can cause death within a short time. Patients usually lose fluids and electrolytes in large numbers.

3.      Streptobacillus moniliformis
These bacteria live in mice and transmitted to humans through the bite of an animal is causing a disease called rat bite fever is known. Symptoms include sudden fever and shivering, muscle pain and headaches for 1-3 days.
The disease is spread all over the world, particularly tropical countries. The media most widely spread is through rat bites or urine and oral secretions. Milk and drinking water infected with these bacteria can be spread media, even the blood of animals in laboratory experiments can also transmit.

4.      Salmonella Bongori
These bacteria cause illness salmonella. Symptoms include sudden headache, abdominal pain, diarrhea, nausea and vomiting, accompanied by dehydration. This bacterium was originally living on pets, such as poultry, pigs, cattle, iguanas, tortoises, turtles, terapin, chickens, dogs, cats, and so forth.
The bacteria enter the human body usually through the media of bacteria-contaminated food. For example, eggs and egg products that are not well-cooked, raw milk and dairy products, water exposed to the bacteria, meat and meat products, poultry and poultry products.

5. Escherichia Coli
These bacteria cause disease, such as cholera, typhoid, dysentery, diarrhea, worms and disease. Germs spread by human feces and contaminate drinking water. Typically, developing in an environment that does not heed the toilets properly. When infecting humans, these bacteria cause symptoms of pneumonia, endocarditis, and wound infection.

1.      Klebsiella Pneumonia
This bacteria causes meningitis and pneumonia disease in patients with diabetes mellitus. Symptoms include acute fever, malaise (lethargy), and dry cough. In fact, coughing up blood and pus. In acute conditions, can cause abscesses, necrosis of lung tissue, bronchiectasi, and vibrosis lungs.

2.      Salmonella Typhi
This bacterium causes abdominal typhus disease. Someone who is infected will show symptoms of high fever up to 40 degrees Celsius, so menceracau lost consciousness, restlessness, weakness, anorexia, and headache. Some cases accompanied by diarrhea. This disease can cause death.

3.      Pasteurella Pestis
These bacteria initially attack the rodents, like mice and rabbits. Then, transmitted to humans through the mediation of fleas from rodent animals that bite humans. Head lice are Xenopsylla Cheopis.
If a person infected with this disease, the bacteria get into the lymph tissue and cause swelling of regional lymph glands. If the gland is broken, will release pus. The disease is classified as hazardous because it can cause death.

Macam-Macam Bakteri

Dalam subbab ini akan dibahas tentang bakteri berdasarkan cara memperoleh makanannya dan kebutuhan oksigennya.

1. Bakteri Heterotrof
Bakteri heterotrof adalah bakteri yang hidup dan memperoleh makanan dari lingkungannya karena tidak dapat membuat makanan sendiri. Bakteri ini dapat hidup secara saprofit dan parasit.
Bakteri saprofit adalah bakteri yang hidup pada jasad yang sudah mati, misalnya, sampah, bangkai, atau kotoran. Bakteri ini sering disebut sebagai bakteri pembersih karena dapat menguraikan sampah-sampah organik sehingga menguntungkan bagi manusia, contohnya, bakteri
Eschericia coli yang berperan sebagai pembusuk sisa makanan dalam usus besar dan bakteri Lactobacillus garicus yang berperan dalam pembuatan yogurt.
Bakteri parasit adalah bakteri yang hidup menumpang pada makhluk hidup lain. Bakteri ini biasanya bersifat merugikan makhluk hidup yang ditumpanginya karena dapat menimbulkan penyakit. Contoh penyakit yang disebabkan oleh bakteri ini, antara lain, kolera disebabkan oleh bakteri Vibrio cholerae, TBC disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis, disentri disebabkan oleh bakteri Shigella dysenterriae,
sifilis disebabkan oleh bakteri Treponema pallidum, dan radang paruparu (pneumoniae) disebabkan oleh bakteri Diplococcus pneumoniae. Penularan penyakit yang disebabkan oleh bakteri dapat melalui makanan, minuman, pernapasan, ataupun kontak langsung dengan penderita, baik secara langsung maupun tidak langsung.

2. Bakteri Autotrof
Bakteri autotrof adalah bakteri yang dapat membuat makanannya sendiri. Berdasarkan asal energi yang digunakan, bakteri autotrof dapat dibedakan menjadi dua, yaitu bakteri yang bersifat kemoautotrof dan bakteri yang bersifat fotoatotrof.
Bakteri kemoautotrof adalah bakteri yang membuat makanannya dengan bantuan energi yang berasal dari reaksi-reaksi kimia, misalnya, proses oksidasi senyawa tertentu. Contohnya, bakteri nitrit dengan mengoksidkan NH3, bakteri nitrat dengan mengoksidkan HNO2, bakteri belerang dengan mengoksidkan senyawa belerang, Nitosococcus, dan Nitrobacter.
Bakteri fotoautotrof adalah bakteri yang membuat makanannya dengan bantuan energi yang berasal dari cahaya matahari. Bakteri ini adalah bakteri yang mengandung zat warna hijau sehingga dapat melakukan fotosintesis, seperti tumbuhan hijau. Contohnya bakteribakteri yang mempunyai zat warna, antara lain, dari golongan Thiorhodaceae (bakteri belerang berzat warna).
Berdasarkan kebutuhan oksigennya, bakteri dapat dibedakan menjadi bakteri aerob dan bakteri anaerob.
a.  Bakteri Aerob
Bakteri aerob adalah bakteri yang hidupnya memerlukan oksigen bebas. Bakteri yang hidup secara aerob dapat memecah gula menjadi air, CO2, dan energi. Bakteri aerob secara obligat adalah bakteri yang mutlak memerlukan oksigen bebas dalam hidupnya, misalnya, bakteri Nitrosomonas.
b. Bakteri Anaerob
Bakteri anaerob adalah bakteri yang dapat hidup tanpa oksigen bebas, misalnya, bakteri asam susu, bakteri Lactobacillus bulgaricus, dan Clostridium tetani. Akan tetapi, jika bakteri tersebut dapat hidup tanpa kebutuhan oksigen secara mutlak atau dapat hidup tanpa adanya oksigen, bakteri itu disebut bakteri anaerob fakultatif.





Kind of Bacteria
In this section we will discuss about the bacteria on how to obtain food and oxygen needs.
1.      Heterotrophic bacteria
Heterotrophic bacteria are bacteria that live and obtain food from their environment because they could not make their own food. These bacteria can live in a saprophyte and parasite.
Saprophyte bacteria are bacteria that live on a dead body, for example, garbage, carrion, or dung. This bacterium is often referred to as bacterial cleanser because it can describe the organic waste so beneficial for humans, for example, bacteria
Eschericia coli that acts as the decomposition of food residue in the colon and the bacteria Lactobacillus garicus that play a role in making yogurt.
Bacteria are bacteria that live parasites riding on other living things. These bacteria are usually detrimental to a host of living beings because it can cause disease. Examples of diseases caused by these bacteria, among others, cholera caused by Vibrio cholerae bacteria, tuberculosis is caused by the bacterium Mycobacterium tuberculosis, dysentery caused by Shigella bacteria dysenterriae,
Syphilis is caused by the bacterium Treponema pallidum, and inflammation of the lungs (pneumonia) caused by the bacterium Diplococcus pneumoniae. Transmission of diseases caused by bacteria can be through food, drinks, breathing, or direct contact with patients, either directly or indirectly.

2.      Bacteria Autotroph
Autotroph bacteria are bacteria that can make its own food. Based on the origin of the energy used, Autotroph bacteria can be distinguished into two types of bacteria that are kemoautotrof and bacteria that are fotoatotrof.
Kemoautotrof bacteria are bacteria that make food with the help of energy derived from chemical reactions, for example, the process of oxidation of certain compounds. For example, bacteria oxidize nitrite with NH3, HNO2 bacteria oxidize nitrate, sulfur bacteria to oxidize sulfur compounds, Nitosococcus, and Nitrobacter.
Fotoautotrof bacteria are bacteria that make food with the help of energy derived from sunlight. This bacterium is a bacterium that contains a green dye that can perform photosynthesis like green plants. For example bakteribakteri that have dyes, among others, from among Thiorhodaceae (color berzat sulfur bacteria).
Based on the need of oxygen, the bacteria can be divided into aerobic and anaerobic bacteria.

a.      Aerob Bacteria
Aerobic bacteria are bacteria that require oxygen-free life. Bacteria that live in aerobic to break down sugar into water, CO2, and energy. The bacteria are obligate aerobes are bacteria that absolutely require free oxygen in his life, for example, bacteria Nitrosomonas.
b.      Anaerobic Bacteria
Anaerobic bacteria are bacteria that can live without free oxygen, for example, lactic acid bacteria, Lactobacillus bulgaricus bacteria, and Clostridium tetani. However, if the bacteria can live without oxygen demand in absolute or can live without oxygen, the bacteria are called facultative anaerobic bacteria.

Struktur Tubuh, Alat Gerak & Teknik Perkembangbiakan Bakteri




Bakteri merupakan organisme yang memiliki morfologi bentuk tubuh dasar yang pada umumnya mirip satu sama lain dengan struktur tambahan yang berbeda-beda.
Struktur Dasar Bakteri :
1. Dinding Sel
2. Membran Plasma
3. Sitoplasma / Cairan Sel
4. Ribosom
5. Granula - Penyimpanan cadangan makanan

Bagian-Bagian Pokok Sel Bakteri Juga Terdapat Tambahan
1.      Flagell / alat gerak untuk melakukan pergerakan.
2.      Klorosom - Pada bakteri yang melakukan fotosintesis.
3.      Vakuola - Gas pada bakteri yang hidup di air.
4.      Plus & Fimbria - Rambut halus pada dinding sel.
5.      Lapisan Kapsul / Lendir - Lapisan yang melapisi tubuh bakteri.
6.      Endospora - Bakteri masa dorman yang mati suri yang dapat bengkit kembali dalam kondisi yang menguntungkan.

Bakteria umumnya dapat bergerak dengan bantuan alat gerak yang ada pada tubuhnya menuju tempat-tempat yang menguntungkan dan menghindari tempat-tempat yang merugikan.

Jenis-jenis / macam-macam alat gerak pada organisme bakteri :
1.      Atrik : bakteri yang tidak mempunyai flagel / alat gerak
2.      Monotrik : bakteri yang mempunyai satu flagel / alat gerak pada salah satu ujung tubuhnya.
3.      Lofotrik : bakteri yang memiliki sejumlah flagel / alat gerak pada satu ujung tubuh bakteri.
4.      Amfitrik : bakteri yang mempunyai sejumlah flagel / alat gerak pada kedua ujungnya.
5.      Peritrik : bakteri yang mempunyai flagel / alat gerak pada seluruh permukaan tubuhnya.
Untuk memperbanyak dirinya, bakteri dapat melakukan perkembangbiakan baik secara tida kawin / vegetatif / aseksual maupun secara kawin / generatif / seksual.
1.      Secara tak kawin / aseksual yaitu dengan cara membelah diri menjadi dua bagian yang mirip (pembelahan biner).
2.      Secara kawin / rekombinasi genetik / rekombinasi DNA melalui tiga cara yang berbeda. Yakni :
a.             Transformasi - Perpindahan sedikit materi genetik ke bakteri lain.
b.            Transduksi - Perpindahan sedikit materi genetik dengan bantuan virus bakteri.
c.             Konjugasi - Perpindahan sedikit materi genetik langsung dengan kontak fisik antar bakteri melalui jembatan antara sel bakteri.



Body Structures, Tools & Techniques Motion Breeding Bacteria
Bacteria are organisms that have the morphology of the basic body shape that is generally similar to each other with an additional structure that is different.
Basic Structure of Bacteria:
1. Cell Wall
2. Plasma Membrane
3. Cytoplasm / Fluid Tues
4. Ribosomes
5. Granules - storage of food reserves

Principal Parts Supplement There is also a bacterial cell
1. Flagell / motion tool to perform the movement.
2. Klorosom - The bacteria that perform photosynthesis.
3. Vacuole - Gas in bacteria that live in water.
4. Plus & Fimbria - Fine hair cell wall.
5. Capsules layer / mucus - Layer that covers the body of the bacteria.
6. Endospore - Bacteria that dormant period of dormancy that can bengkit again in favorable conditions.

Bacteria generally can move with the help of motion that exist in the body to the places that benefit and avoid the places that hurt.
The types / kinds of tool motion on bacterial organisms:
1. Atrik: bacteria that do not have a flagellum / tool motion
2. Monotrik: bacteria that have a single flagellum / tool motion at one end of the body.
3. Lofotrik: bacteria that have a number of flagella / tool motion at one end of the bacterial body.
4. Amfitrik: bacteria that have a number of flagella / tool motion at both ends.
5. Peritrik: bacteria that have a flagellum / tool motion on the entire surface of the body.

To reproduce itself, the bacteria can perform either tida Breeding marriages / vegetative / asexual or through mating / generative / sexual.
1. Are not married / asexual ie by splitting into two parts that are similar (binary fission).
2. By breeding / genetic recombination / recombination of DNA through three different ways. Namely:
a. Transformation - The move little genetic material to other bacteria.
b. Transduction - Transfer bit of genetic material with the aid of bacterial viruses.
c. Conjugation - Transfer bit of genetic material directly by physical contact between bacteria through a bridge between bacterial cells.

Sistem Pencernaan Serangga

Sumber: www.AnneAhira.com

Setiap makhluk hidup memiliki sistem pencernaan makanan yang berbeda-beda, tergantung dari jenis makanan yang dikonsumsi. Demikian juga dengan serangga. Jenis makanan yang khusus dan bentuk tubuh yang mungil membuat serangga  memiliki sistem pencernaan makanan dengan struktur tersendiri. Meskipun secara garis besar, sistem pencernaan makhluk hidup pada umumnya serupa, namun setiap organisme memiliki kekhususan-kekhususan tertentu di masing-masing organ pencernaannya.

Pembagian Sistem Pencernaan Serangga


Sistem pencernaan serangga terbagi menjadi tiga bagian besar, yaitu:


1.    Pencernaan atas atau depan
2.    Pencernaan tengah
3.    Pencernaan bawah atau belakang



Berikut penjelasan bagian-bagian tersebut secara lebih rinci:

Pencernaan Atas atau Pencernaan Depan


Pada sistem pencernaan serangga bagian atas ini, sebagian besar terlapisi oleh lapisan kutikula yang bisa diperbaharui setiap kali terjadi pergantian kulit (rangka luar) serangga. Saluran pencernaan pertama ini tersusun atas organ-organ sebagai berikut:



  • Mulut


Sebagai saluran masuknya makanan. Berbeda dengan mulut hewan pada umumnya yang memiliki gigi untuk mengunyah makanan, pada serangga, rongga mulut tidak bergigi.



  • Faring


Merupakan lengkungan penghubung antara rongga mulut dan kerongkongan (esofagus). Dinding-dinding faring tersusun atas otot-otot yang berfungsi mendorong makanan supaya mampu diteruskan menuju kerongkongan. Sedangkan pada serangga bertipe mulut penusuk seperti nyamuk, dan penghisap semisal kupu-kupu, pada faring dilengkapi dengan semacam pompa untuk menarik makanan menuju kerongkongan.



  • Kerongkongan (esophagus)


Identik dengan faring, kerongkongan berfungsi mendorong bahan makanan yang masuk menuju ke organ pencernaan selanjutnya.



  • Tembolok


Hampir sama dengan tembolok yang dijumpai pada organisme Aves (burung), fungsi tembolok disini adalah untuk menyimpan makanan, menunggu antrian menuju lambung (ventrikulus). Kemudian terjadi pencernaan melalui enzim yang terbawa ke dalam tubuh serangga. Namun, pencernaan yang terjadi hanya pada sebagian kecil bahan makanan yang tersimpan, tidak seluruhnya.



  • Proventrikulus (lambung depan)


Dalam proventrikulus terjadi pencernaan yang berbeda-beda sesuai dengan tipe makanan serangga. Pada serangga pemakan makanan yang keras dan liat, proventrikulus berfungsi memecah makanan baik secara fisik maupun enzimatis. Untuk serangga yang mengkonsumsi cairan seperti nektar, lambung depan akan termodifikasi seperti katup dan saluran panjang.


Pencernaan Tengah


Setelah melalui pencernaan atas yang diakhiri di proventrikulus, maka sistem pencernaan serangga menuju ke pencernaan tengah, yang terdiri atas gastrik kaekum dan ventrikulus. Dalam saluran ini pergerakan makanan dikontrol oleh membran peritropik yang tersusun atas khitin dan protein. Saluran tengah sistem ini menyerap nutrisi yang diperlukan dan memecah makanan menjadi bagian-bagian kecil.
Hal ini terbukti dengan struktur dinding organ pencernaan tengah yang terdiri dari jonjot-jonjot dinding epitel kolumnar ber-vili. 

Pencernaan Bawah atau Belakang


Beberapa organ penyusun saluran pencernaan ini, yaitu:



  • Pilorus


Merupakan pangkal tabung malphigi yang berfungsi untuk penyaringan air dan nutrisi yang terlarut di dalamnya.



  • Ileum (usus penyerap)


Sesuai dengan namanya, organ ini memiliki fungsi penyerapan, seperti menyerap air dan amonia.



  • Rectum


Selain sebagai tempat penyimpanan feses sebelum dikeluarkan, di dalam rectum juga terjadi reabsorbsi air dan asam-asam amino yang masih mungkin dimanfaatkan.



  • Kloaka


Merupakan saluran pengeluaran serangga.

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Powerade Coupons