Minggu, 27 November 2011

Metode Menghitung Mangsa Harimau (Satwa Mangsa)


Penyusutan populasi harimau dapat disebabkan terutama oleh menghilanya basis mangsa mereka karena perburuan yang berlebihan oleh manusia. Oleh karena itu pemantauan dan penjagaan basis mangsa Harimau merupakan hal yang paling/sangat penitng. Walaupun Harimau membunuh sejumlah mangsa jenis tertentu, namun sebagian kebutuhan mereka akan biomass dipenuhi oleh spesies Unglate besar (>20Kg) Cervids, Bovids dan Suids membentuk mangsa liar yang utama bagi harimau. (M sunquist et.al. Volume ini)

Walaupun perhitungan harimau telah mendapat perhatian yang besar namun perhitungan satwa mangsa mereka sering diabaikan. Sebagian dari konsep perkiraan populasi yang ada menggaris bawahi dalam kaitannya dengan perhitungan harimau juga diterapkan untuk perhitungan spesies mangsa. Bahkan dalam kasus ini, kami tertarik untuk memperkirakan fraksi pengambilan sampel P agar kita dapat memperkirakan jumlah populasi N dari cacahan sampel C menggunakan persamaan berikut.

N=C/P

Begitu kita memperkirakan nilai N yang ada di daerah sampel yang efektif (A) maka kita dapat memperkirakan kepadatan populasi D. Dengan menggunakan perkiraan kepadatan ini maka jumlah populasi terhadap wilayah-wilayah yang lebih besar dari daerah contoh ini dapat diperkirakan.

Namun ada satu perbedaan yang besar. Harimau adalah satwa yang ditandai secara individual walaupun kita tidak dapat mengenali tanda ini dengan mudah, namun kita dapat menangkap tanda-tanda ini dengan fitigrafi yaitu dengan menggunakan kamera traps dan memperkirakan jumlah mereka yang mungkin tertangkap. Spesies mangsa tidak dapat di identifikasi secara individual sehingga tidak dapat dilakukan pengambilan sampel secara capture-recapture. Untungnya daya penglihatan Unglate cenderung kurang baik sehingga kita dapat melihat dan menghitung mereka.

Line transect survey merupakan metode perhitungan formal yang lebih disukai yang didasarkan pendeteksian satwa secara visual. Metoda ini melibatkan para pengamat yang berjalan di sepanjang jalan setapak yang lurus untuk menghitung dan mengamati satwa di sisilain

Metode line transect memiliki keterbatasan. Untuk memperoleh perkiraan kepadatan yang efisien diperlukan lebih dari 40 penglihatan yang berbeda untuk masing-masing spesies.


Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Powerade Coupons