Rabu, 30 Maret 2011

Pengaruh Perubahan Iklim Global Terhadap Pertumbuhan Tumbuhan Budidaya



Faktor-Faktor Pertumbuhan Tanaman Budidaya
Pertumbuhan tanaman merupakan hasil interaksi yang kompleks antara faktor internal (dalam) dan Eksternal (luar). Faktor internal meliputi faktor intrasel (sifat genetik,/hereditas) dan intersel (hormonal dan enzim).Faktor eksternal meliputi air tanah dan mineral, kelembapan udara,  suhu udara, cahaya dan sebagainya.

Faktor internal yang mempengaruhi Pertumbuhan Tanaman:
1.      Sifat Menurun atau hereditas
Ukuran dan bentuk tumbuhan banyak dipengaruhi oleh faktor genetik. Faktor genetik dapat digunakan sebagai dasar seleksi bibit unggul.
2.      Hormon Pada Tumbuhan
Hormon merupakan hasil sekresi dalam tubuh yang dapat memacu pertumbuhan, tetapi adapula yang dapat menghambat pertumbuhan . Hormon-hormon pada tumbuhan yaitu auksin, giberilin, gas etilen, sitokinin, asam absisat dan kalin.

Faktor eksternal yang mempengaruhi pertumbuhan tanaman:
1.      Cahaya Matahari
Cahaya jelas pengaruhnya terhadap pertumbuhan tanaman. Cahaya merupakan sumber energi untuk fotosintesis. Daun dan batang tumbuhan yang tumbuh ditempat gelap akan kelihatan kuning pucat. Tumbuhan yang kekurangan cahaya menyebabkan batang tumbuh lebih panjang, lembek dan kurus, serta daun timbul tidak normal. Panjang penyinaran mempunyai pengaruh khusus bagi pertumbuhan dan reproduksi tumbuhan.
2.      Temperatur.
Temperatur mempengaruhi pertumbuhan dan reproduksi tumbuhan. Perubahan temperatur dari dingin atau panas mempengaruhi kemampuan fotosintesis , translokasi, respirasi, dan transpirasi. Jika temperatur terlalu dingin atau terlalu tinggi pertumbuhan akan menjadi lambat atau terhenti sama sekali. Pada beberapa tumbuhan apabila lingkungan, air , temperatur, dan cahaya tidak memungkinkan untuk tumbuh.
3.      Kelembaban Atau Kadar Air
Tanah dan udara yang kurang lembab umumnya berpengaruh baik terhadap pertumbuhan karena meningkatkan penyerapan air dan menurunkan penguapan atau transpirasi.
4.      Air dan Unsur Hara
Air merupakan senyawa yang sangat penting bagi tumbuhan. Fungsi air antara lain sebagai media reaksi enzimatis, berperan dalam foto sintesis, menjaga turgiditas sel dan kelembapan. Kandungan air dalam tanah mempengaruhi kelarutan unsure hara dan menjaga suhu tanah. Tanaman ,menyerap unsur hara dari media tempat hidupnya, yaitu dari tanah ataupun dari air. Unsur hara merupakan salah satu penentu pertumbuhan suatu tanaman baik atau tidaknya tumbuhan berkembangbiak.

Tahap-tahap pertumbuhan tanaman
Tahap-tahap pertumbuhan tanaman yakni
1. Perkecambahan
Perkecambahan terjadi karena pertumbuhan radikula (calon akar) dan pertumbuhan plumula (calon batang). Factor yang mempengaruhi perkecambahan adalah air, kelembapan, oksigen dan suhu.
Perkecambahan biji ada dua macam yaitu
a.       Perkecambahan epigeal : Hipokotil memanjang sehingga plumula dan kotiledon ke permukaan tanah dan kotiledon melakukan fotosintesis selama daun belum terbentuk. Contoh : perkecambahan kacang hijau.
b.      Perkecambahan hypogeal : epikotil memanjang sehingga puluma keluar menembus kulit biji dan muncul diatas permukaan tanah sedangkan kotiledon tertinggal dalam tanah. Contoh : perekcambahan kacang kapri.
2. Pertumbuhan primer
Merupakan pertumbuhan yang terjadi karena adanya meristem primer. Pertumbuhan ini disebabkan oleh kegiatan titik tumbuh prmer yang terdapat pada ujung akar dan ujung batan dimulai sejak tumbuhan masih berupa embrio.
3. Pertumbuhan sekunder
Merupakan pertumbuhan yang terjadi karena adanya meristem sekunder. Pertumbuhan ini disebabkan oleh kegiatan cambium yang bersifat meristematik kembali.
Cirri-ciri jaringan meristemtik ini adalah mempunyai dinding yang tipis, bervakuola kecil atau tidak bervakuola, stiplasma pekat dan sel-slenya belum berspeliasasi. Ketika pertumbuhan berlangsung secara aktif, sel-sel meristem membelah dan membentuk sel-sel baru. Sel baru yang terbantuk itu pada awalnya rupanya sama tetapi setelah dewasa, sel-sel tadi berdiferensiasi menjadi jaringan lain.
Jaringann meristem ada dua jenis yaitu :
a.       Jaringan meristem apix
b.      Jaringan meristem lateral
Pertumbuhan sekunder disebabkan oleh kegiatan meristem sekunder yang meliputi:
a.       Kambium gabus
b.      Kambium fasis
c.       Kambium interfasis
4. Pertumbuhan terminal
Terjadi pada ujung akar dan ujung batang tumbuhan berbiji yang aktif tumbuh. Terdapat 3 daerah (zona) pertumbuhan dan perkembangan
a.       Daerah pembelahan (daerah meristematik).
b.      Daerah pemanjangan
c.       Daerah diferensiasi

Perubahan Iklim Terhadap Pertumbuhan Tumbuhan Budidaya
Tumbuhan membutuhkan CO2 untuk pertumbuhannya. Peningkatan konsentrasi CO2 di atmosfir akan merangsang proses fotosintesis, meningkatkan pertumbuhan tanaman dan produktivitas pertanian tanpa diikuti oleh peningkatan kebutuhan air (transpirasi). Sebaliknya, kenaikan suhu di permukaan bumi mempunyai pengaruh yang "kurang menguntungkan" terhadap pertanian, sebab dapat mengurangi bahkan menghilangkan pengaruh positif dari kenaikan CO2.
Beberapa jenis gas di atmosfir, seperti CO2, CH4, dan N2O mempengaruhi iklim permukaan bumi karena kemampuanya dalam membantu proses transmisi radiasi dari matahari ke permukaan bumi, dan juga menghambat keluarnya sebagian radiasi dari permukaan bumi. Kalau konsentrasi dari gas-gas ini di atmosfir meningkat, radiasi yang keluar dari permukaan bumi akan terhambat, sehingga suhu permukaan bumi bertambah besar. Perkiraan besarnya peningkatan suhu bukanlah pekerjaan yang mudah, karena adanya umpan balik positif (dengan peningkatan uap air , H2O(gas), yang juga merupakan gas penghambat keluarnya radiasi dari permukaan bumi) dan umpan balik negatif (peningkatan pertumbuhan awan, menghambat transmisi radiasi matahari ke permukaan bumi). Estimasi kenaikan suhu terbaik saat ini adalah yang dihasilkan oleh General Circulation Modell (GCM), kenaikan suhu 2.5 - 5.5 oC diikuti dengan kenaikan laju sirkulasi hidrologi sebesar 5-15 % (IPCC, l996).
Gas CO2 merupakan sumber karbon utama bagi pertumbuhan tanaman. Konsentrasi CO2 di atmosfir saat ini belum optimal, sehingga penambahan CO2 kepada tanaman di dalam industri pertanian di dalam rumah kaca merupakan kegiatan normal untuk meningkatkan pertumbuhan tanaman seperti tomat, selada, timun dan bunga potong.
Pengaruh fisiologis utama dari kenaikan CO2 adalah meningkatknya laju assimilasi (laju pengikatan CO2 untuk membentuk karbohidrat, fotosintesis) di dalam daun. Efisiensi penggunaan faktor-faktor pertumbuhan lainnya (seperti radiasi matahari, air dan nutrisi) juga akan ikut meningkat.
Setahun terakhir banyak sekali petani yang mengalami gagal panen dan nelayan tidak melaut akibat kondisi iklim dan cuaca yang tidak menentu. Jadwal dan pola tanampun mengalami perubahan, kondisi ini diperparah karena sebagian besar petani dan nelayan kita khususnya di Kabupaten Sumbawa merupakan bertani dan nelayan tradisional yang mana iklim dan cuaca merupakan faktor penentu sekaligus pembatas keberhasilan usaha mereka.
Jane Lubchenco Kepala Badan Nasional Kelautan dan Atmosfir (NOAA) Amerika Serikat dalam kunjungannya ke Indonesia beberapa waktu lalu menerangkan bahwa perubahan iklim telah menimbulkan sirkulasi arus laut dunia atau yang selama ini dikenal dengan sebutan Great Ocean Conveyor Belt telah berubah. Hal ini menimbulkan dampak yang signifikan terhadap laut dan mengakibatkan kondisi yang ekstrem. Air laut bisa menjadi sangat panas atau sebaliknya sangat dingin sekali.
Sementara itu Kepala Badan Riset Kelautan dan Perikanan (BRKP) Dr. Gellwynn Yusuf dalam salah satu media masa nasional mengatakan, dengan berubahnya sirkulasi arus laut dunia, akan membawa dampak yang sangat besar khususnya di bidang perikanan. Hasil kajian ilmiah yang dilakukan oleh K.E.Trenberth membuktikan bahwa selama 50 tahun terakhir, suhu atmosfir bumi dan konsentrasi karbon dioksida (CO2) terus meningkat, yang secara langsung kondisi ini juga menaikkan suhu bumi termasuk komponen akuatik, yaitu sungai, danau dan laut. Dalam salah satu tulisannya “Effects of Global Climate Change on Marine and Estuarine Fishes and Fisheries”, J.M. Roessig menyebutkan bahwa dalam 10 tahun terakhir, paras laut meningkat setinggi 0,1-0,3 m dan kemungkinan menutupi area seluas 1 juta km2. Armi Susandi, pakar perubahan iklim dari Institut Teknologi Bandung juga sepakan akan hal ini, dia mengatakan bahwa jika permukaan air laut naik setinggi 1 meter, diperkirakan lahan persawahan seluas 346.808 hektar dan juga 700 buah pulau di Indonesia akan terancam tenggelam yang mana 5% diantaranya pulau yang berpenghuni.
Jika tidak segera ditangani dan berupaya mencari solusi yang tepat, perubahan iklim global (global climate change) dikhawatirkan akan mengancam sistem ketahanan pangan kita. Bahkan saat ini disadari atau tidak global climate change telah memberikan dampak pada sektor industri pertanian dan perikanan di Indonesia dan dunia baik yang bersekala besar maupun tradisional, pada akhirnya kondisi ini berimbas pada menurunya pendapatan sekaligus menghambat perputaran roda perekonomian masyarakat.
Karena dampak dari global climate change ini dapat terjadi secara langsung maupun tidak langsung serta muncul dalam variasi waktu yang berbeda, maka dibutuhkan kesigapan, strategi dan perencanaan yang matang dari pemerintah dan pmerintah daerah dengan memanfaatkan inovasi teknologi, melakukan kajian yang konfrehansif dan multidisipliner serta menjalin kerja sama dengan semua pihak untuk dapat menduga sekaligus mengantisipasi dampak yang lebih luas dari fenomena perubahan iklim global (global climate change) ini.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Powerade Coupons