Minggu, 23 Januari 2011

Burung Madu Sangihe (Aethopyga duyvenbodei)



Burung Madu sangie (Aethopyga duyvenbodei) merupakan salah satu jenis burung dilindungi undang-undang.

Deskripsi Bentuk
Lebih kurang 12 cm. Jantan: bagian atas hijau metalik dan biru; punggung zaitun kekuningan; pita-tunggir kuning; tenggorokan kuning. Betina: bagian atas zaitun kekuningan; tunggir kekuningan; mahkota bersisik; tenggorokan dan bagian bawah kuning.

Kebiasaan
Sendiri, berpasangan dan adakalanya dalam kelompok kecil. Biasanya teramati bergabung bersama dalam kelompok burung pencari makan, khususnya dengan burung-madu dan burung cabai. Mengumpulkan serangga dari vegetasi dan sarang laba-laba.
Nama Inggris : Elegant Sunbird
Nama Indonesia : Burung-madu sangihe
Ketinggian : 0 - 900 m
Daerah Sebaran : Bali; Sulawesi;
Endemik : Sulawesi; (endemik Indonesia);
Endemik di Sangihe dan Siau (pulau-pulau kecil di Sulawesi bagian utara).

Penyebaran lokal :
Cukup umum di Sangihe. Menghuni perkebunan campuran di sekitar petak-petak hutan yang tersisa; juga petak-petak hutan, tepi hutan dan pertumbuhan sekunder yang tinggi. Dari dataran rendah sampai ketinggian sekitar 900 m. Di Siau hanya diketahui dari sebuah spesimen tunggal yang dikoleksi pada abad yang lalu.



Honey Bird Sangihe (Aethopyga duyvenbodei)
Honey Bird sangie (Aethopyga duyvenbodei) is one bird species protected by law.

Description Form
Approximately 12 cm. Males: the top of the metallic green and blue; back yellowish olive;-tunggir yellow ribbon, yellow throat. Females: the top of the olive yellowish; tunggir yellowish; crown scales; throat and the bottom yellow.

Habit
Alone, in pairs and sometimes in small groups. Usually observed to join together in search of birds feeding group, especially with birds and bird-honey chili. Collecting insects from vegetation and cobwebs.
English Name: Elegant Sunbird
Name of Indonesia: Bird-honey Sangihe
Altitude: 0-900 m
Regional Distribution: Bali, Sulawesi;
Endemic: Sulawesi; (endemic to Indonesia);
Endemic to Sangihe and Siau (small islands in northern Sulawesi).

Local Spread:
Quite common in Sangihe. Inhabit mixed plantations around patches of remaining forest; also patches of forest, forest edges and secondary growth is high. From the low altitude of about 900 m. In Siau only known from a single specimen collected in the last century.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Powerade Coupons