Jumat, 14 Januari 2011

9 Penyakit Menular dari Satwa Liar


Oleh: Drh. Luki Kusuma Wardhani 

Hepatitis
Di seluruh dunia diperkirakan 2 milyar manusia telah terinfeksi penyakit hepatitis. Dua juta orang meninggal tiap tahunnya atau tiap menitnya ada 4 orang meninggal akibat kasus penyakit tersebut. Kecepatan penularan penyakit hepatitis 4 kali lebih cepat dari penyakit HIV. Penularan penularan penyakit hepatitis ini melalui aliran darah, plasenta bayi bagi ibu yang mengandung serta cairan tubuh seperti sperma, vagina, dan air liur.
Orang yang terkena hepatitis, hatinya akan rusak. Perutnya tampak membesar, muntah, diare dan kulit berwarna kekuningan. Fungsi hati yang menyaring racun telah hancur oleh virus ini, akibatnya kematian mengancam penderita hepatitis.
Satwa primata (bangsa kera dan monyet) dapat menularkan penyakit hepatitis melalui gigitan atau cakaran. Hati-hati memelihara primata, karena barangkali primata itu terinveksi hepatitis dan sekali dia menggigit anda maka anda berisiko tertular hepatitis.

 

Tuberculosa (TBC)

TBC adalah penyakit yang menyebabkan kematian terbesar kedua di Indonesia. Gejala yang ditimbulkan antara lain gangguan pernafasan seperti sesak nafas, batuk sampai berdarah, badan tampak kurus kering dan lemah. Penularan penyakit ini sangat cepat karena ditularkan melalui saluran pernafasan.
Selain manusia satwapun dapat terinfeksi dan menularkan penyakit TBC melalui kotorannya. Jika kotoran satwa yang terinveksi itu terhirup oleh manusia maka membuka peluang manusia akan terinveksi juga penyakit TBC. Penyakit Tuberculosis bersifat menahun atau berjalan kronis, sehingga gejala klinisnya baru muncul jika sudah parah.
Satwa yang punya potensi besar menularkan penyakit TBC ke manusia adalah primata, misalnya orangutan, owa dan siamang.

 

Rabies

Penyakit mematikan yang disebabkan oleh virus ini dikenal juga sebagai penyakit anjing gila. Penyakit yang menyerang susunan syaraf pusat ini dapat ditularkan ke manusia lewat gigitan satwa. Kasus gigitan hewan penyebar rabies adalah anjing (90%), kucing (3%), kera (3%) dan satwa lain (1%).
Gejala yang ditimbulkan bila terinfeksi rabies pertama-tama adalah tingkah laku yang abnormal dan sangat sensitif (mudah marah), kelumpuhan dan kekejangan pada anggota gerak. Penderita akan mati karena kesulitan untuk bernafas dan menelan dalam kurun waktu 2-10 hari.

 

Cacing

Cacingan sering dianggap penyakit yang ringan, padahal penyebab kematian terbesar satwa dipelihara oleh manusia dalam kondisi buruk adalah penyakit ini. Stress dapat meningkatkan jumlah infeksi cacing dalam tubuh. Dengan ukuran yang sangat kecilyaitu 0,01-0,1 mm, sangat memudah bagi parasit menular ke semua satwa termasuk manusia.
Diare, badan kurus, kekurangan cairan (dehidrasi), anemia serta badan lemas merupakan gejala awal yang ditimbulkan oleh adanya infeksi cacing. Kejang-kejang pada seluruh anggota gerak, perut membesar dan keras akibat adanya timbunan gas (kembung) merupakan tanda bahwa racun telah menyebar ke seluruh tubuh. Bila tidak segera diobati maka kematian akan menjemput penderitanya.
Hampir semua satwa yang berpotensi menularkan penyakit cacingan, misalnya primata, musang, kucing, burung nuri, kakatua, dan lain-lain.

 

Toxoplasmosis

Penyakit ini ditakuti oleh kaum wanita karena menyebabkan kemandulan atau selalu keguguran bila mengandung. Bayi yang lahir dengan kondisi cacatpun juga dapat di sebabkan oleh penyakit ini.
Penyakit Toxoplasmosis disebarkan oleh satwa bangsa kucing, misalnya kucing hutan, harimau atau juga kucing rumahan. Penularan kepada manusia melalui empat cara yaitu: secara tidak sengaja menelan makanan atau minuman yang telah tercemar Toxoplasama, memakan makanan yang berasal dari daging yang mengandung parasit Toxopalsma dan tidak dimasak secara sempurna/setengah matang. Penularan lain adalah infeksi penyakit yang ditularkan melalui placenta bayi dalam kandungan bagi ibu yang mengandung. Cara penularan terakhir adalah melalui transfusi darah.

 

Psitacosis

Walaupun belum ada laporan tentang kasus penyakit Psittacosis yang diderita oleh manusia tetapi penyakit yang disebarkan oleh burung paruh bengkok (nuri dan kakatua) ini dapat menyebabkan gangguan pernafasan. Penularannya bisa lewat kotoran burung yang kemudian terhirup oleh manusia.
Gejala klinik yang ditimbulkan antara lain adalah gangguan pernafasan mulai dari sesak nafas sampai peradangan pada saluran pernafasan, diare, tremor serta kelemahan pada anggota gerak. Kondisi akan semakin parah bila penderita dalam kondisi stress dan makanan yang kekurangan gizi.

 

Salmonellosis

Bakteri Salmonella masuk ke tubuh penderita melalui makanan atau minuman yang tercemar bakteri ini. Akibat yang ditimbulkan bila terinfeksi bakteri Salmonella adalah peradangan pada saluran pencernaan sampai rusaknya dinding usus. Akibatnya penderita akan mengalami diare, sari makanan yang masuk dalam tubuh tidak dapat terserap dengan baik sehingga penderita akan tampak lemah dan kurus. Racun yang dihasilkan oleh bakteri Salmonella menyebabkan kerusakan otak, organ reproduksi wanita bahkan yang sedang hamilpun dapat mengalami keguguran.
Satwa yang bisa menularkan penyakit salmonella ini antara lain primata, iguana, ular, dan burung.

 

Leptospirosis

Penyakit yang disebabkan oleh sejenis kuman ini menyerang semua jenis satwa termasuk manusia. Organ tubuh yang paling disukai oleh kuman ini tumbuh subur adalah ginjal dan organ reproduksi. Penularan penyakit berawal dari adanya luka yang terbuka dan terkontaminasi dengan air kencing atau cairan dari organ reproduksi. Bakan makanan atau minuman yang tercemarpun dapat menyebakan infeksi masuk dalam tubuh.
Gejala yang mudah diamati bila terinfeksi penyakit ini adalah air kencing berubah menjadi merah karena ginjal penderita mengalami perdarahan. Selain itu kepala akan mengalami sakit yang luar biasa, depresi, badan lemah bahkan wanita hamil juga akan mengalami keguguran. Sampai saat ini belum ada vaksin Leptospira untuk manusia, yang tersedia hanya untuk satwa. Satwa yang bisa menularkan penyakit mengerikan ini adalah anjing, kucing, harimau, tikus, musang, jelarang dan tupai.

 

Herpes

Adanya pelepuhan kulit di seluruh tubuh merupakan gejala awal yang ditimbulkan bila terinfeksi virus herpes. Virus ini bisa berakibat kematian bagi bangsa primata. Manusia dapat tertular dari gigitan atau cakaran satwa yang mengandung virus tersebut. Penderita penyakit ini akan mengalami dehidrasi akibat pelepuhan kulit dan akhirnya kematian akan menjemputnya. Hati-hati jika memelihara primata seperti monyet, lutung, owa, siamang, orangutan, dan lain-lain. Bisa jadi primata yang anda pelihara itu ternyata menderita herpes!.

http://www.profauna.org/content/id/9_penyakit_menular_dari_satwa_liar.html#top



9 Diseases of Wildlife

Hepatitis
Around the world estimated 2 billion people have been infected with hepatitis disease. Two million people die every year or every minute there are 4 people died from the disease case. The speed of transmission of hepatitis disease 4 times faster than HIV disease. Transmission of hepatitis transmission through blood flow, placenta baby for the mother who contains and body fluids such as semen, vaginal, and saliva.
People affected by hepatitis, his heart will be broken. His stomach looks bigger, vomiting, diarrhea and yellowish skin. Liver function that filters out toxins have been destroyed by this virus, as a result of death threaten people with hepatitis.
Nonhuman primate (apes and monkeys nation) can transmit disease through bites or scratches hepatitis. Be careful to maintain primates, because perhaps it is infected with hepatitis and primates once he bites you then you are at risk of contracting hepatitis.

Tuberculosa (TB)
Tuberculosis is a disease that causes the death of Indonesia's second largest. Symptoms include respiratory symptoms such as shortness of breath, coughing up blood, the body looked emaciated and weak. Transmission of the disease is very fast because it is transmitted through the respiratory tract.
Besides humans can become infected and transmit satwapun TB disease through droppings. If an infected animal feces were inhaled by humans, the human opportunities will also infected with TB disease. Tuberculosis disease is chronic or chronic running, so that new clinical symptoms appear if it is severe.
Creatures that have huge potential infectious TB disease to humans are primates, such as orangutans, gibbons and siamang.

Rabies
Deadly disease caused by this virus is also known as hydrophobia. Disease that attacks the central nervous system can be transmitted to humans through animal bites. The case of animal bites is rabies spread dog (90%), cats (3%), monkey (3%) and other animals (1%).
Symptoms are caused when infected with rabies, first of all abnormal behavior and is very sensitive (easily angered), paralysis and spasms in the limbs. Patients will die because of difficulty in breathing and swallowing in the period of 2-10 days.

Worms
Worms often considered a mild disease, but the biggest cause of death of animals reared by humans in a bad condition is the disease. Stress can increase the number of worm infection in the body. With the size of a very kecilyaitu 0.01 to 0.1 mm, very facilitate for parasites transmitted to all animals including humans.
Diarrhea, skinny bodies, lack of fluids (dehydration), anemia and early symptoms of weakness is caused by worm infections. Convulsions in all limbs, abdomen enlarged and hard due to the accumulation of gas (flatulence) is a sign that the poison had spread throughout the body. If not treated immediately, the death would pick up the sufferer.
Almost all animals that potentially infectious worms, eg primates, raccoons, cats, parrot, cockatoo, and others.

Toxoplasmosis
The disease is feared by women because it causes infertility or miscarriage always when pregnant. Babies born with the condition can also cacatpun caused by this disease.
Toxoplasmosis disease spread by animals cat people, such as jungle cats, tigers or even domestic cats. Transmission to humans through four ways: accidentally swallow food or drink that has been contaminated Toxoplasama, eating foods derived from meat that contains parasite Toxopalsma and not perfectly cooked / half-baked. Transmission of infectious diseases are transmitted through the placenta baby in the womb for women who conceive. The way the last transmission is through blood transfusion.

Psitacosis
Although there has been no reports of cases of Psittacosis disease suffered by humans but the disease is spread by a parrot (parrot) this can cause respiratory problems. It infects people through bird droppings and then inhaled by humans.
Caused clinical symptoms include respiratory problems ranging from shortness of breath until the inflammation in the respiratory tract, diarrhea, tremors and weakness in limbs. Conditions will get worse if the person is under stress and a shortage of food nutrition.

Salmonellosis
Salmonella bacteria enter the patient's body through contaminated food or drink these bacteria. Consequences if infected with Salmonella bacteria is an inflammation of the digestive tract until the destruction of the intestinal wall. As a result, patients will experience diarrhea, food nutrients that enter the body can not be absorbed properly, so people will look weak and skinny. Toxins produced by the bacterium Salmonella causes brain damage, even the female reproductive organs that are hamilpun to have a miscarriage.
Wildlife can transmit salmonella disease include primates, iguanas, snakes, and birds.

Leptospirosis
Disease caused by a type of germ is attacking all types of animals including humans. Organs most preferred by the bacteria to flourish is the kidneys and reproductive organs. Transmission of the disease originated from the existence of open wounds and contaminated with urine or fluid from the reproductive organs. Bakan discredited food or drinks can cause infection in the body.
Symptoms are easily observed when infected with this disease is changed to red urine due to kidney patients experienced bleeding. In addition, the head will experience tremendous pain, depression, weak body and even pregnant women will also experience a miscarriage. Until now there is no human vaccine for Leptospira, which is available only to animals. Wildlife can transmit this horrible disease is dogs, cats, tigers, rats, raccoons, and squirrels jelarang.

Herpes
The presence pelepuhan skin throughout the body are the initial symptoms are caused when infected with the herpes virus. The virus can be fatal for the nation primates. Humans can be infected from animal bites or scratches that contain the virus. Patients with this disease will become dehydrated due to pelepuhan skin and eventually death will pick him up. Be careful if maintaining primates such as monkeys, langur, gibbon, gibbons, orangutans, and others. It may be that primates Maintained turned out to have herpes!.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Powerade Coupons