Senin, 13 Desember 2010

Cacing Tanah Terhadap Pertumbuhan Tanaman

Peran cacing tanah terhadap pertumbuhan tanaman adalah melihat cacing sebagai dekomposer. Decomposer adalah makhluk hidup yang berfungsi untuk menguraikan makhluk hidup yang telah mati, sehingga materi yang diuraikan dapat diserap oleh tumbuhan yang hidup disekitar daerah tersebut. Beberapa jenis cacing tanah antara lain: Pheretima, Periony dan Lumbricus. Ketiga jenis cacing tanah ini menyukai bahan organik yang berasal dari pupuk kandang dan sisa-sisa tumbuhan. Cacing memiliki banyak kegunaan antara lain: membantu menghancurkan bahan organic yang dapat mempengaruhi kesuburan suatu tanah, Bahan Pakan Ternak, Bahan Baku Obat dan bahan ramuan untuk penyembuhan penyakit, Bahan Baku Kosmetik dan bahan baku makanan untuk beberapa jenis cacing yang dapat dikonsumsi dan bermanfaat bagi manusia
Cacing tanah bersegmen mampu menghasilkan material tanah 30 ton per hektar melalui digesti enzimatik dalam tubuhnya, dan peruraian hewan. Bekas cacing ini memiliki nitrogen, pospor, potassium, kalsium, magnesium, pH, pertukaran kation yang lebih tinggi dibandingkan didalam tanah. Jumlah cacing tanah dalam lantai hutan diperkirakan mencapai 1,5 juta-2,5 juta perhektar

1. Dapat Mempercepat Pelapukan Sisa Sisa Tanaman.
Pelapukan adalah proses pengrusakan atau penghancuran kulit bumi oleh tenaga eksogen. Pelapukan di setiap daerah berbeda-beda tergantung unsur-unsur dari daerah tersebut. Misalnya di daerah tropis yang pengaruh suhu dan air sangat dominan, tebal pelapukan dapat mencapai seratus meter, sedangkan daerah sub tropis pelapukannya hanya beberapa meter saja.
Penyebabnya adalah proses organisme yaitu binatang tumbuhan dan manusia, binatang yang dapat melakukan pelapukan antara lain cacing tanah, serangga.
Dibatu-batu karang daerah pantai sering terdapat lubang-lubang yang dibuat oleh binatang.
Pengaruh yang disebabkan oleh tumbuh tumbuhan ini dapat bersifat mekanik atau kimiawi. Pengaruh sifat mekanik yaitu berkembangnya akar tumbuh-tumbuhan di dalam tanah yang dapat merusak tanah disekitarnya. Pengaruh zat kimiawi yaitu berupa zat asam yang dikeluarkan oleh akar- akar serat makanan menghisap garam makanan. Zat asam ini merusak batuan sehingga garam-garaman mudah diserap oleh akar. Manusia juga berperan dalam pelapukan melalui aktifitas penebangan pohon, pembangunan maupun penambangan.

2. Kotoran cacing dapat meningkatkan kesuburan tanah atau kadar NPK pada tanah yang di huninya
Cacing tanah ternyata bisa menjadi bahan baku untuk pembuatan pupuk kompos (kascing). Karena pupuk kompos yang dihasilkan dari Lumbricus Rubellus ini memiliki unsur-sunur hara yang dibutuhkan tanaman, diantaranya yaitu:
Kotoran yang dikeluarkan oleh cacing tanah banyak mengandung unsur hara yang dibutuhkan oleh tanaman seperti nitrogen, fosfor, mineral, dan vitamin. Karena mengandung unsur hara yang lengkap, apalagi nilai C/N nya kurang dari 20 maka kotoran cacing yang biasa disebut casting dapat digunakan sebagai pupuk.
Lahan pertanian yang mengandung cacing tanah pada umumnya akan lebih subur karena tanah yang bercampur dengan kotoran cacing tanah sudah siap untuk diserap oleh akar tanaman. Ca­cing tanah yang ada di dalam tanah akan mencampurkan bahan organik pa­sir ataupun bahan antara lapisan atas dan bawah. Aktivitas ini juga menye­babkan bahan organik akan tercampur lebih merata.
Pada tahun 1941 hasil penelitian T.C. Puh menyatakan, bahwa karena akti­vitas cacing tanah, maka N, P, K ter­sedia dan bahan organik dalam tanah dapat meningkat. Unsur-unsur tersebut merupakan unsur pokok bagi tanaman. Tahun 1949 Stockli dalam penelitian­nya menjelaskan, bahwa humus dan mikroflora kotoran cacing tanah lebih tinggi dari tanah aslinya. Demikian juga percobaan pada tanah-tanah gundul be­kas tambang di Ohio (Amerika Serikat) menunjukan, bahwa cacing tanah dapat meningkatkan kadar K tersedia 19% dan P tersedia 165%.
Tahun 1979, Wollny juga menyatakan bahwa cacing tanah mempengaruhi ke­suburan dan produktivitas tanah. Dengan adanya cacing tanah, kesuburan dan produkvitas tanah akan meningkat. Se­lain itu cacing tanah juga dapat mening­katkan daya serap air permukaan. Liang cacing tanah yang ditinggal dalam tanah berfungsi memperbaiki aerasi dan drai­nase. Keduanya sangat penting dalam pembentukan tanah. Cacing tanah juga membantu peng­angkutan sejumlah lapisan tanah dari bahan organik. Lapisan bawah permu­kaan dan mencampurkan tanah dari ba­han organik dengan bahan organik.

3. lorong lorong yang dibuatnya dalam tanah ( terutama pada lapisan top soil ) memungkinkan masuknya udara sehat ke dalam tanah dan terdesaknya kelebihan zat CO2 ke luar dalam tanah.
Cacing tanah juga dapat memper­baiki dan mempertahankan struktur tanah. Lubang-lubang cacing dan humus secara langsung menjadikan tanah gem­bur. Cacing ini memakan oarganisme hidup yang ada di dalam tanah dengan cara menggali tanah.Kemampuannya yang dapat menggali bermanfaat dalam menggemburkan tanah.


Earthworm on Plant Growth
The role of earthworms on plant growth is to see the worm as a decomposer. Decomposer is a living thing that serves to describe living creatures that have died, so that the material described can be absorbed by the plants that live around the area. Some species of earthworms include: Pheretima, Periony and Lumbricus. The three types of earthworms are like organic matter derived from manure and the remains of plants. Worms has many uses including: helping to destroy organic materials that can affect the fertility of the soil, Animal Feed Ingredients, Raw Materials and Drugs to cure disease potion ingredients, Cosmetics Raw Materials and food raw materials for some types of worms that can be consumed and beneficial to human
Bersegmen earthworm soil material capable of producing 30 tons per hectare through enzymatic digestion in the body, and dissociation of animals. Used this worm have nitrogen, phosphorus, potassium, calcium, magnesium, pH, cation exchange is higher than in the soil. The number of earthworms in the forest floor is estimated to reach 1.5 million-2, 5 million per hectare.

Can Accelerate Weathering Time Remaining Plants.
Weathering is the process of destruction or the destruction of the earth's crust by exogenous force. Weathering in each region vary depending on the elements of the area. For example in the tropics that the influence of temperature and water is very dominant, thick weathering can reach a hundred meters, while the sub-tropical regions pelapukannya only a few meters.
The reason is the process of plant and animal organisms that humans, animals can perform weathering include earthworms, insects. Dibatu-rock coastal areas there are often holes made by animals.
The effect caused by the growing plants can be mechanically or chemically. Effect of mechanical properties of the roots of plants growing in soil that can damage the surrounding soil. Effect of chemical substances in the form of acid released by the roots suck salt dietary fiber food. These acids damage the rock so that salts are easily absorbed by the roots. Humans also play a role in weathering through logging activities, development and mining.
Manure worms can increase soil fertility or soil levels of NPK on the huninya
Earthworms could actually become the raw material for composting (vermi). Because the compost produced from Lumbricus Rubellus has sunur nutrient elements that plants need, among which:
Dirt issued by the earthworm contains many nutrients needed by plants such as nitrogen, phosphorus, minerals, and vitamins. Because it contains complete nutrients, let alone the value of C / N was less than 20 then the usual worm manure called castings can be used as fertilizer.
Agricultural land containing earthworms in general will be more fertile because of soil mixed with manure earthworm is ready to be absorbed by plant roots. Ca ¬ cing the existing soil in the soil organic matter will mix ¬ pa sir or material between the upper and lower layers. This activity also menye ¬ cause the organic material will be mixed more evenly.
In 1941 the research T.C. Puh states, that because of activism ¬ vital earthworms, then the N, P, K tar ¬ available and organic material in soil can be increased. These elements is an essential element for plants. In 1949 Stockli in research ¬ explained, that the humus and earthworm dung microflora higher than the original soil. Similarly, experiments on bare lands some cash ¬ mine in Ohio (United States) showed that earthworms can increase levels of available K and available P 19% 165%.
In 1979, Wollny also stated that ¬ earthworms affect the fertility and productivity of soil. With the earthworms, soil fertility and produkvitas will increase. Se ¬ other earthworm ¬ katkan also can increase surface water absorption. Earthworm burrows left behind in the soil serves to improve aeration and drai ¬ Nase. Both are very important in soil formation. Earthworms also help lawyers ¬ ground transport a number of layers of organic material. Kaan ¬ undercoat surfaces and mixing of soil organic han ba ¬ with organic material.
Hallway hallway made in the soil (especially in the top soil layer) allows the entry of air into the soil healthy and substance terdesaknya excess CO2 out of the ground.
Earthworms can also treat ¬ repairing and maintaining soil structure. Worm holes and directly make humus soil bur ¬ gem. This worm takes oarganisme life in the soil by digging tanah.Kemampuannya who can dig menggemburkan useful in soil.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Powerade Coupons